- Satu batch Indomie Soto Banjar ditarik dari peredaran di Taiwan.
- Produk tersebut terdeteksi mengandung residu pestisida etilen oksida melebihi batas aman.
- BPOM RI sedang melakukan penyelidikan terkait temuan tersebut.
Suara.com - Sebuah laporan mengejutkan datang dari otoritas keamanan pangan Taiwan, terkait produk asal Indonesia, yakni mie instan Indomie.
Satu batch produk Indomie Soto Banjar Limau Kuit ditarik dari peredaran karena terdeteksi mengandung residu pestisida etilen oksida melebihi batas aman yang ditetapkan oleh standar setempat.
Centre for Food Safety (CFS) Taiwan telah mengambil langkah cepat dengan menarik seluruh produk Indomie Soto Banjar Limau Kulit dari pasaran.
Institusi terkait juga mengimbau masyarakat untuk segera membuang dan tidak mengonsumsi produk tersebut, terutama yang memiliki tanggal kedaluwarsa 19 Maret 2026.
Selain itu, CFS juga sedang menyelidiki apakah produk yang sama sudah diimpor ke Hong Kong.
BPOM RI Lakukan Penyelidikan Lanjutan
Menanggapi laporan ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mengaku telah menerima informasi terkait temuan cemaran tersebut.
Saat ini, BPOM sedang melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya kandungan etilen oksida pada produk Indomie yang diekspor ke Taiwan.
Sebelumnya, dalam sebuah inspeksi acak pada 24 April 2023, Departemen Kesehatan Pemerintah Kota Taipei memeriksa 30 produk mi instan dan menemukan dua produk, satu dari Malaysia dan satu dari Indonesia, yang mengandung kadar etilen oksida berlebihan.
Baca Juga: Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Khawatir, Sampai Dipapah Deddy Corbuzier
Bahaya Etilen Oksida
Etilen oksida adalah gas tidak berwarna dengan bau seperti eter yang umum digunakan sebagai fumigan untuk pangan dan tekstil, serta untuk sterilisasi peralatan medis.
Namun, paparan zat ini, baik melalui hirupan maupun konsumsi, dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan.
Menurut National Cancer Institute, paparan etilen oksida dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko limfoma dan leukemia, serta kanker perut dan payudara.
Paparan jangka pendek yang berlebihan bisa menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta efek pada sistem saraf pusat seperti pusing, kejang, bahkan koma.
Jika tertelan, etilen oksida dapat memicu efek karsinogenik dan reproduktif, termasuk aborsi spontan dan keracunan saraf.
Investigasi oleh CFS Taiwan masih terus berlangsung untuk memastikan keamanan produk yang beredar.
Konsumen yang telah membeli produk Indomie varian tersebut disarankan untuk membuangnya demi menghindari risiko kesehatan yang tidak diinginkan.
Berita Terkait
-
5 Skincare Pencerah Wajah dalam 7 Hari yang Terdaftar BPOM, Murah, dan Aman
-
Efikasi 100 Persen, Vaksin Kanker Rusia Apakah Aman?
-
Rusia Luncurkan Vaksin EnteroMix: Mungkinkah Jadi Era Baru Pengobatan Kanker?
-
HPV Masih Jadi Ancaman, Kini Ada Vaksin Generasi Baru dengan Perlindungan Lebih Luas
-
Acil Bimbo Tutup Usia 82 Tahun, Indonesia Kehilangan Maestro Musik Religi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA