- Polda Jatim menyita 11 buku dari tersangka demo, termasuk karya Franz Magnis-Suseno, Emma Goldman, dan Che Guevara, yang dinilai mengandung paham komunis dan anarkisme.
- Isi buku-buku tersebut sebenarnya beragam. Ada yang bersifat kritik filosofis, edukatif, hingga dokumenter sejarah—dan tidak semuanya mendukung ideologi yang dituduhkan.
- Pernyataan Kapolda bahwa buku-buku itu boleh dibaca tapi tidak dipraktikkan memicu pertanyaan publik tentang pemahaman aparat terhadap isi literatur dan batas kebebasan intelektual.
Gaya penulisannya tajam dan penuh semangat, mencerminkan perjuangannya sebagai aktivis yang tidak hanya menulis teori, tetapi juga menjalani kehidupan yang konsisten dengan gagasannya.
Buku ini menggarisbawahi gerakan anarkis dan feminis, serta tetap relevan dalam wacana kebebasan dan perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas.
3. Apa Itu Anarkisme Komunis karya Alexander Berkman
Buku Apa Itu Anarkisme Komunis karya Alexander Berkman merupakan pengantar ringkas namun tajam tentang prinsip-prinsip dasar anarkisme komunis.
Ditulis dengan gaya yang lugas dan mudah dipahami, buku ini menjelaskan bahwa anarkisme komunis adalah sistem sosial tanpa negara, kelas, atau kepemilikan pribadi atas alat produksi, di mana semua orang bekerja sama secara sukarela demi kesejahteraan bersama.
Berkman menekankan bahwa anarkisme bukan kekacauan, melainkan tatanan yang lahir dari kebebasan dan solidaritas.
Berkman juga mengkritik kapitalisme sebagai sistem yang eksploitatif dan menyoroti bagaimana negara berfungsi sebagai alat penindasan kelas.
Buku ini ditujukan untuk pembaca awam yang ingin memahami anarkisme secara praktis, dan menjadi salah satu teks klasik dalam literatur gerakan anarkis.
4. Kisah Para Diktaktor karya Jules Archer
Baca Juga: Siapa Bupati Buton Sekarang? Sosoknya Dilaporkan Hilang di Tengah Demo, Warga Lapor Polisi
Buku Kisah Para Diktator karya Jules Archer menyajikan profil sejumlah tokoh otoriter yang pernah memegang kekuasaan mutlak di berbagai belahan dunia.
Ditulis dengan gaya naratif yang tajam dan informatif, Archer mengupas latar belakang, cara naik ke tampuk kekuasaan, serta kebijakan represif yang dijalankan oleh para diktator seperti Adolf Hitler, Benito Mussolini, Joseph Stalin, dan lainnya.
Archer tidak hanya menyoroti tindakan brutal mereka, tetapi juga memperlihatkan bagaimana propaganda, ketakutan, dan manipulasi massa digunakan untuk mempertahankan kekuasaan.
Buku ini bertujuan untuk memberikan pemahaman historis tentang bahaya kekuasaan absolut dan pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi serta kebebasan sipil.
Dengan pendekatan dokumenter yang kuat, Archer mengajak pembaca untuk belajar dari sejarah agar tidak mengulang kesalahan yang sama.
5. Strategi Perang Gerilya karya Che Guevara
Buku Strategi Perang Gerilya karya Che Guevara merupakan panduan ideologis dan praktis tentang bagaimana perang gerilya dapat dijalankan sebagai bentuk perlawanan terhadap rezim yang menindas.
Ditulis berdasarkan pengalamannya dalam Revolusi Kuba, Guevara menjelaskan prinsip-prinsip dasar gerilya, mulai dari pembentukan pasukan kecil, taktik mobilitas, penggunaan medan, hingga pentingnya dukungan rakyat.
Guevara menekankan bahwa perang gerilya bukan sekadar strategi militer, tetapi juga perjuangan politik yang bertujuan membebaskan masyarakat dari ketidakadilan sosial dan ekonomi.
Buku ini tidak hanya menguraikan teknik tempur, tetapi juga membahas etika pejuang, disiplin, dan semangat revolusioner yang harus dimiliki oleh setiap gerilyawan.
Sebagai teks klasik dalam literatur revolusioner, karya ini mencerminkan perpaduan antara teori militer dan idealisme radikal yang menjadi ciri khas Che Guevara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI
-
Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan
-
Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama
-
The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan
-
Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk
-
Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?
-
5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan
-
Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat
-
12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove