Suara.com - Suara dentuman atau ledakan besar yang terjadi pada Selasa, 23 September 2025 sekitar pukul 10.00 WITA kemarin berhasil menggegerkan warga di beberapa kecamatan yang terletak di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Hingga Rabu, 24 September 2025, penyebab dentuman tersebut masih menjadi misteri. Sejumlah warga sempat menduga jika suara ledakan atau dentuman tersebut berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU yang terletak di Kecamatan Bangkala.
Namun, pihak PLTU mengkonfirmasi kepada Polsek Bangkala dan memastikan bahwa tidak terjadi ledakan di lokasi tersebut.
Ledakan misterius tersebut terdengar hampir di seluruh wilayah kabupaten Jenepoto, bahkan sampai ke kabupaten Takalar. Beberapa warga sekitar mengabarkan suara ledakan tersebut melalui media sosial Facebook.
“Jeneponton dihebohkan dengan suara ledakan yang menggetarkan rumah. Entah asalnya dari mana,” ujar salah satu pengguna Facebook.
“Suara ledakan di Jeneponto terdengar sampai di Takalar, letusan misterius sampai sekarang belum tahu penyebabnya,” ujar pengguna lainnya.
Berikut beberapa fakta terkait ledakan misterius yang terjadi di Jenepoto.
1. Dipastikan bukan gempa
Andi Patoppai selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jeneponto mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG terkait fenomena tersebut dan dipastikan bukan gempa.
Baca Juga: Pamulang Diguncang Ledakan, Puslabfor Polri Turun Tangan, 7 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit!
“Saya sudah konfirmasi ke BMKG, dipastikan bukan gempa. Tidak ada getaran, hanya terdengar dentuman saja. Ada beberapa versi penyebab yang berkembang. Ada yang bilang gardu PLTU meledak, tapi sudah kami pastikan tidak ada. Ada juga yang menyebut bom ikan, tapi belum ada kepastian,” ujar Andi Patoppai pada Rabu, 24 September 2025.
Hal ini juga disampaikan oleh Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda BMKG Gowa, Zulkifli.
“Tidak ada sinyal gempa yang terekam. Kami menduga kemungkinan ada longsor atau aktivitas tambang, tetapi tidak ada getaran gempa yang tercatat. Ada juga dugaan suara tersebut berasal dari pesawat tempur yang melintas, misalnya Sukhoi, namun hal ini belum bisa dipastikan,” ujar Zulkifli.
2. Konfirmasi pihak PLN
Beberapa warga juga sempat menduga bahwa suara dentuman atau ledakan tersebut berasal dari trafo atau gardu PLN. Namun, dugaan tersebut telah dibantah oleh pihak PLN.
“Tidak ada dari PLN. Kalau dari PLN, pasti ada gangguan listrik atau mati lampu,” ujar Firmansyah, staf PLN ULP Punagayya Jeneponto.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Sunscreen Apa yang Bagus untuk Atasi Flek Hitam di Usia 50-an? Cek 7 Pilihan Terbaiknya
-
5 Semir Rambut Tanpa Bleaching untuk Tutupi Uban, Aman Buat Lansia
-
Rahasia Rambut Sehat ala Jepang: Ritual Onsen Kini Hadir di Klinik Estetika Jakarta!
-
5 Sunscreen yang Cocok untuk Kulit Kering Usia 50 Tahun, Bantu Kurangi Penuaan
-
Sampo Metal Buat Apa? Produk Legendaris Khusus Hitamkan Uban Lansia
-
5 Rekomendasi Minyak Kemiri untuk Alis agar Tebal dan Halus, Wajib Dicoba!
-
5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
-
Cara Unik Mahsuri Perkenalkan Saus Sachet di Konser Kerlap Kerlip Festival 2025
-
5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
-
Kapan 1 Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal Pasti Versi Muhammadiyah dan Pemerintah