-
IDFES 2025 hadir dengan tema Next Gen of Fashion: Innovate, Integrate, Impact, fokus pada integrasi ekosistem fashion dan akses rantai pasok.
-
Festival ini memfasilitasi brand lokal dan talenta muda, termasuk penyediaan low MOQ untuk produksi dalam negeri.
-
Sesi talkshow menyoroti peran perempuan dalam industri, menekankan kolaborasi, kepekaan terhadap detail, dan membangun ekosistem yang sehat.
Suara.com - Industri fashion Indonesia kembali menjadi sorotan lewat gelaran IDFES 2025, yang resmi dibuka pada Jumat (26/9/2025) di RA Suites, Jakarta Selatan. Festival ini bukan sekadar menampilkan mode terbaru, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk menghubungkan pelaku industri fashion dari berbagai wilayah.
IDFES 2025 hadir dengan tema Next Gen of Fashion: Innovate, Integrate, Impact, yang mencerminkan kebutuhan industri fashion Indonesia untuk mendorong ekosistem yang lebih terintegrasi.
“Masalah terbesar para pebisnis adalah akses, koneksi, dan rantai pasok yang saling terhubung. IDFES hadir sebagai ruang integrasi agar semua pihak bisa saling mendukung,” ujar Melinda Babyanna, Founder & CEO TBF Consultant sekaligus Chairwoman IDFES, dalam konferensi pers di RA Suites.
Tujuan utama IDFES 2025 adalah menyediakan tempat bertemu langsung dengan mitra yang tertarik di dunia fashion, memudahkan brand owner menarik minat pebisnis, dan memfasilitasi akses ke sumber daya manusia muda berbakat.
Salah satu contohnya adalah brand Zelmira, yang menyiapkan sekitar 70 curriculum vitae khusus untuk mempermudah penyerapan tenaga kerja anak muda di bidang desain, pola, dan ilustrasi.
Melinda mengakui tantangan industri fashion Indonesia masih banyak, antara lain: membangun koneksi dan jejaring bisnis, keterbatasan modal untuk produksi koleksi berikutnya, serta kapasitas produksi termasuk memenuhi minimum order quantity (MOQ). Di IDFES 2025, beberapa rekan sudah menawarkan low MOQ mulai dari 200 potong, menjadi angin segar bagi brand lokal untuk memproduksi barang di dalam negeri.
Acara peluncuran juga menghadirkan sesi talkshow “Empowering Women Leader Indicative Industry”, membahas pentingnya peran perempuan dalam menciptakan ekosistem industri yang kolaboratif.
Leomongga H. Kartasasminta, President Director Asiana Group, membagikan pengalamannya menghadapi dunia properti yang masih didominasi laki-laki.
“Awal karier saya banyak skeptik, tapi saya fokus bekerja dengan terstruktur dan membiarkan karya berbicara. Respon pasar yang baik akan membuktikan hasilnya,” ujar Leomongga.
Baca Juga: Pastel Paradise: Koleksi Gingersnaps yang Bikin Anak Bebas Bergerak, Tetap Rapi dan Percaya Diri!
Ia menambahkan, kepekaan perempuan terhadap detail dan kemampuan berkolaborasi tanpa ego besar menjadi nilai tambah dalam membangun ekosistem industri yang sehat.
(Himayatul Azizah)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Apa Persamaan dan Perbedaan Gempa Bumi Venezuela dan Kolombia?
-
111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur
-
Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo