Suara.com - Belakangan ini warganet di media sosial tengah ramai membicarakan "tepuk sakinah". Fenomena unik ini muncul dari Kantor Urusan Agama (KUA) dan berhasil menarik perhatian warganet karena penuh makna dan mudah diikuti.
Gerakan yang penuh pesan ini dengan cepat menjadi buah bibir yang hangat sekaligus menjadi tren di media sosial, terutama di kalangan calon pengantin. Tepuk sakinah memberikan manfaat yang besar dan berarti bagi calon pengantin.
Setiap kata serta gerakan di dalamnya berfungsi sebagai pengingat akan komitmen besar yang harus dijalani sepanjang hidup bersama pasangan. Gerakan ini juga sekaligus menanamkan pondasi kuat tentang pentingnya kerja sama, saling menghargai, serta berkomunikasi dalam ikatan pernikahan.
Tepuk Sakinah ini meledak di TikTok sekitar Juli 2025. Banyak pasangan pengantin yang merekam momen tepuk sakinah ini dan membagikannya di berbagai media sosial, terutama TikTok. Sontak saja warganet yang lain ikut-ikutan.
Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan warganet dan masyarkat luas, apakah tepuk sakinah wajib dilakukan oleh pasangan yang akan segera menikah?
Tepuk Sakinah Apakah Wajib?
Abdul Hakim, Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Menteng, Jakarta Pusat, menegaskan bahwa calon pengantin tidak diwajibkan untuk menghafal gerakan tepuk sakinah.
Ia berpendapat yang terpenting adalah memahami pesan di baliknya karena pernikahan merupakan ikatan sakral yang penuh tanggung jawab.
Ia juga menjelaskan bahwa tepuk sakinah yang viral di media sosial tersebut hanya berfungsi sebagai ice breaking dalam sesi bimbingan perkawinan (binwin), terutama saat dilaksanakan secara klasikal dengan banyak pasangan.
"Gerakan ini berisi materi singkat tentang lima pilar keluarga sakinah dan digunakan untuk mempermudah pengingat, bukan sebagai kewajiban," ungkap Abdul Hakim.
Baca Juga: Akad Nikah & Tepuk Sakinah, Ada Pesan Lawan Perceraian
Gerakan tersebut berisi materi singkat tentang lima pihar keluarga sakinah serta digunakan untuk mempermudah mengingat, bukan sebagai kewajiban.
Pengantin diharapkan kembali bersemangat mengikuti pembekalan dengan metode tersebut, terutama setelah jam kaan siang.
Abdul juga menambahkan bahwa tepuk sakinah tidak pernah digunakan dalam prosesi akad nikah karena ijab kabul sendiri merupakan momen sakral dan tidak boleh dicampur-baurkan dengan unsur hiburan atau candaan.
Kepala Biro Humas Kemenag, Thobib Al Asyhar, juga menegaskan bahwa Tepuk Sakinah bukanlah materi yang wajib dihapal oleh calon pengantin.
"Fungsinya adalah sebagai ice breaking dalam pelatihan Bimbingan Perkawinan di KUAA agar suasana lebih ringan dan menarik," ujarnya.
Tepuk Sakinah ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga dakwah modern. Di era digital seperti sekarang ini, Kemenag dianggap pintar memanfaatkan momentum dengan membuat konten yang edukatif tapi tetap asyik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub