Sementara versi palsu bisa terasa terlalu encer dan terlalu ringan ketika dikeluarkan dari botol. Jika dibandingkan, minyak palsu mungkin meluncur terlalu cepat dan tidak memberi sensasi basah yang cocok.
5. Efek Panas atau Kehangatan Setelah Dipakai
Minyak Kutus-Kutus asli sering menimbulkan sensasi hangat atau sedikit “tertarik” pada kulit, terutama di area titik urut. Rasanya agak semriwing setelah dioleskan, yang menunjukkan keaktifan komponen herbal dalam formula.
Minyak palsu kemungkinan tidak memberi efek hangat sama sekali, atau hanya memberi sensasi seperti minyak biasa (panas biasa) karena bagian herbal aktifnya telah dikurangi banyak.
6. Tanggal Kadaluarsa dan Nomor Registrasi
Versi asli selalu mencantumkan tanggal produksi dan expiry yang jelas, beserta nomor BPOM atau sertifikasi yang dapat dicek melalui situs resmi BPOM. Kamu bisa mengecek keaslian produk lewat daftar produk teregistrasi di website resmi BPOM.
Kebalikannya, minyak palsu sering tidak mencantumkan tanggal valid, mencantumkannya secara samar, atau nomor registrasi yang tidak valid. Jika nomor registrasi tidak muncul saat dicek, itu patut dicurigai.
7. Harga dan Sumber Penjualan
Minyak Kutus Kutus asli harganya relatif stabil karena produksi resmi dan sertifikasi. Jika kamu menemukan harga jauh di bawah pasaran (misalnya potongan ekstrem) dari penjual tidak jelas, kemungkinan besar itu produk tiruan atau stok lama.
Baca Juga: Produk Tradisional Kian Diminati Dunia, Delegasi Afsel Pesan Khusus Minyak Sanga-sanga
Selain itu, membeli dari toko resmi, distributor resmi, atau marketplace yang diverifikasi adalah langkah aman. Produk yang datang dari reseller random tanpa bukti distribusi sering menjadi celah bagi produk tiruan masuk ke pasar.
Jika memungkinkan, mintalah visual close-up botol asli dan bandingkan dengan yang dijual. Coba sedikit tuangkan di ruang kecil, uji aroma dan warna sebelum membeli jumlah besar.
Dengan memperhatikan perbedaan minyak Kutus Kutus ori vs palsu di atas, kamu bisa lebih jeli saat membeli produk herbal ini. Semoga artikel ini membantu kamu membeli produk dengan lebih aman.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
-
Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta
-
Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara