Suara.com - Batik memang jadi salah satu warisan budaya Indonesia yang tak lekang oleh waktu. Corak dan warnanya yang khas membuat siapa pun terlihat berkelas dan berkarakter saat memakainya.
Tak heran kalau banyak tokoh yang hobi mengenakan batik dalam berbagai kesempatan. Salah satunya adalah Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia saat ini, Purbaya Yudhi Sadewa.
Ketika bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait misalnya, Purbaya kedapatan mengenakan batik coklat dengan motif bunga biru tua.
Batik ini memberikan kesan berwibawa dipakai Menkeu Purbaya. Modelnya yang lengan panjang membuat pemakainya bisa lebih disegani.
Menkeu Purbaya juga memakai batik ketika bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dodo Hanggodo. Kali ini, Purbaya mengenakan batik hijau lumut.
Namun, banyak orang sering lupa bahwa batik memerlukan perawatan khusus agar tidak cepat pudar atau rusak. Salah langkah mencuci atau menyetrika bisa membuat kain batik kehilangan keindahannya.
Merawat batik dengan benar tak hanya menjaga kualitasnya, tapi juga membantu melestarikan nilai budaya di baliknya. Apalagi bagi kamu yang sering mengenakannya untuk acara formal maupun kasual seperti Menkeu Purbaya.
Tips Merawat Batik agar Awet dan Tetap Keren
Nah, biar batik kesayanganmu tetap awet dan tampil keren seperti milik Menkeu Purbaya, berikut beberapa tips mudah yang bisa kamu terapkan di rumah:
1. Cuci dengan Lembut dan Pisahkan dari Pakaian Lain
Baca Juga: Dana Korupsi Rp13 T Dialokasikan untuk Beasiswa, Purbaya: Disalurkan Tahun Depan
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah teknik mencuci batik. Tidak banyak yang tahu jika sebenarnya mencuci batik dengan mesin tidak dianjurkan. Pasalnya, putaran mesin yang terlalu kencang bisa merusak serat kain dan menghilangkan warna alaminya.
Sebaiknya, cuci batik dengan tangan dan gunakan air dingin. Untuk deterjen, gunakan sabun khusus batik atau sabun bayi yang lembut.
Jangan mencampur batik dengan pakaian lainnya, terutama yang berwarna cerah, karena warna bisa luntur dan menodai motif batik.
Jika batik terkena noda, bersihkan hanya pada bagian yang kotor menggunakan kain lembut yang dibasahi air hangat dan sedikit sabun. Hindari juga mengucek atau menyikat kain batik secara kasar.
2. Jangan Jemur di Bawah Matahari Langsung
Menjemur batik di bawah terik matahari adalah kesalahan yang bisa membuat warna cepat pudar. Setelah dicuci, cukup peras batik perlahan tanpa memelintir, lalu jemur di tempat teduh dan berangin. Jemur dengan cara membalik kain agar warna luar tetap terlindungi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Promo Sirup dan Biskuit di Indomaret 2026, Belanja Hemat buat Persiapan Lebaran
-
Bolehkah Menghirup Inhaler saat Puasa? Begini Hukumnya Menurut Syariat
-
Puasa Kurang Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur Lebaran Idulfitri 1447 H
-
Niat Sholat Hajat 2 Rakaat di Bulan Ramadan, Amalkan Doa Ini Agar Segera Terkabul
-
Perjalanan Karier Vidi Aldiano Si "Duta Persahabatan", Menginspirasi Lewat Karya dan Resiliensi
-
Apa Keutamaan Wafat di Bulan Ramadan? Simak Penjelasannya dalam Islam
-
Muntah Apakah Membatalkan Puasa? Hukum Disengaja dan Tidak Ternyata Berbeda
-
Jadwal Lengkap One Way, Ganjil Genap dan Contra Flow Mudik Lebaran 2026, Jangan Sampai Kena Macet!
-
Awal Mula Vidi Aldiano Sakit, Perjalanan Panjang sang Musisi Melawan Kanker Ginjal
-
7 Maret 2026 Tarawih ke Berapa? Simak Keutamaannya Menurut Kitab Durratun Nashihin