- Pemakaian moisturizer atau pelembap harus disesuaikan dengan kondisi kulit.
- Kalau asal pakai pelembab, justru bisa memicu peradangan yang menyebabkan jerawat.
- Kulit berminyak sebaiknya memakai pelembap water-based dan non-comedogenic.
Suara.com - Banyak orang sudah rajin memakai moisturizer atau pelembap setiap pagi dan malam, namun jerawat tak kunjung reda bahkan makin meradang.
Pertanyaannya bukan lagi soal rajin atau tidak memakai moisturizer, melainkan cara pemakaiannnya yang masih keliru.
Menurut dr. Monica DR moisturizer bukanlah produk yang harus dipakai secara otomatis setiap hari tanpa membaca kondisi kulit terlebih dahulu.
Ketika kulit sedang dalam kondisi baik dan tidak kering, memaksakan pemakaian pelembap justru bisa berakibat sebaliknya.
"Pelembap digunakan saat kondisi kulit mengalami dehindrasi atau efek penggunaan bahan aktif yang sifatnya mempercepat regenerasi kulit sehingga membuat wajah kering," kata dr. Monica DR dalam salah satu video TikToknya.
Namun jika kondisi wajah terlalu berminyak (oily), dr. Monica menyarankan agar tidak memakai pelembap secara berlebihan ke wajah.
Bukan tanpa sebab, kondisi kulit berminyak menciptakan lingkungan lembap yang menjadi surga bagi bakteri penyebab jerawat.
Menambahkan lapisan pelembap di atas kulit yang sudah memproduksi sebum berlebih, ibarat menuangkan bensin ke api kecil, yang ada justru memperparah peradangan.
"Pilih moisturizer berbasis water-based, bukan emolien atau oil-based. Itu pun digunakan jika perlu saja," sambungnya.
Baca Juga: Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
Formula pelembap jenis ini ringan, tidak menyumbat pori, dan tetap mampu menjaga hidrasi kulit tanpa memicu produksi sebum berlebih. Cocok untuk kulit berminyak, berjerawat, maupun beruntusan," paparnya.
Lalu, bagaimana dengan perubahan cuaca? Dokter Monica menjelaskan bahwa faktor lingkungan sangat menentukan kebutuhan kulit akan pelembap.
"Ketika cuaca super dingin, kulit berpotensi mengalami dehidrasi. Pada kondisi ini butuh pelembap yang dapat mencegah keluarnya kelembapan alami kulit, supaya tidak menguap," imbuhnya.
Sementara itu saat, saat cuaca panas dan lembap seperti yang umum terjadi di Indonesia, sebaiknya memakai pelembap yang ringan atau gel agar tidak lengket dan memicu produksi minyak berlebih
"Beda halnya saat cuaca panas dan berkeringat berlebih, itu gak wajib-wajib banget pakai pelembap. Apalagi yang bersifat emolien (berminyak), karena yang ada malah memicu bakteri masif dan menimbulkan masalah lain," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan