- Presiden Prabowo memberi gelar pahlawan nasional terhadap Soeharto.
- Ternyata pemberian gelar ini sudah diramalkan Fufufafa sebelas tahun lalu.
- Pandangan ini membuat publik terheran-heran sekaligus 'kagum' terhadap Fufufafa.
Suara.com - Mantan Presiden RI Soeharto akhirnya resmi diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.
Tepat di peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025, ada 10 tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional di antaranya Jenderal Besar TNI Soeharto.
Pemberian gelar pahlawan terhadap Soeharto ini menimbulkan pro dan kontra. Mulai dari warga sipil, aktivis hingga akademisi, banyak yang merasa keberatan dengan keputusan tersebut.
Kendati begitu, publik jadi teringat kembali dengan perkataan Fufufafa soal kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam salah satu tulisannya pada 21 Juni 2014 di Kaskus, akun dengan nama Fufufafa tersebut menyinggung soal Prabowo dan Soeharto.
"Saya lagi membayangkan Prabowo ngasih gelar pahlawan nasional kepada Soeharto. Terus pas udah dinyatakan resmi
lalu dia berteriak, "titiekkkkk kembalilah ke pelukanku"," demikian tulisan Fufufafa.
Tak disangka, sebelas tahun kemudian karangan cerita dari akun yang banyak dikaitkan dengan Gibran tersebut menjadi nyata.
Publik pun menilai, selain menghibur, unggahan Fufufafa tersebut juga visioner.
"Selamat hari pahlawan! Siapapun kamu fufufafa, omonganmu masih belum ada lawan!" sindir @/indonesans.
"Fufufafa adalah The Simpsons versi Indonesia," kata warganet. "Jujur, nyampe ini mah. fufufafa dari masa depan," imbuh lainnya.
Baca Juga: Cuma di Indonesia Diktator Seperti Soeharto Jadi Pahlawan, Akademisi: Penghinaan terhadap Akal Sehat
Prabowo resmi menetapkan mantan presiden RI yang bertakhta selama 32 tahun itu sebagai Pahlawan Nasional. Sejajar dengan Abdurakhman Wahid atau Gus Dur, buruh Marsinah, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, Hajjah Rahmah El Yunussiyah, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Muhammad Kholil, Tuan Rondahaim Saragih, dan Zainal Abidin Syah.
Dalam pernyataan resmi Sekretariat Kabinet, Soeharto diberi gelar pahlawan karena jasanya dalam bidang perjuangan.
"Presiden ke-2 RI ini dikenal sebagai Bapak Pembangunan berkat program REPELITA yang membawa Indonesia mencapai kemajuan signigfikan, termasuk swasemabada beras, menekan laju pertumbuhan penduduk, dan pengentasan kemiskinan, sehingga mendapatkan pengakuan Internasional dan Lembaga PBB," demikian bunyi keterangannya.
Sementara itu di lain kesempatan, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raja menyatakan persetujuannya atas ditetapkannya Soeharto jadi pahlawan.
Menurutnya, Soeharto memang layak mendapat gelar pahlawan karena sumbangsih dan kontribusinya besar bagi negara. Gibran pun memuji-muji jasa Soeharto yang dijuluki sebagai Bapak Pembangunan.
“Pak Harto beliau berkontribusi dan berjasa besar untuk pembangunan, swasambada pangan, dan juga pengentasan kemiskinan,” kata Wapres.
Berita Terkait
-
Cuma di Indonesia Diktator Seperti Soeharto Jadi Pahlawan, Akademisi: Penghinaan terhadap Akal Sehat
-
Presiden Prabowo Lantik Arif Satria dan Amarulla Octavian Pimpin BRIN
-
Setelah Gelar Pahlawan, Kisah Soeharto, Gus Dur, hingga Marsinah akan Dibukukan Pemerintah
-
Aksi Protes Gelar Pahlawan Soeharto di Kementerian Kebudayaan
-
Usai Soeharto dan Gus Dur, Giliran BJ Habibie Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Panik Anabul Sering Pilih-Pilih Pet Food? Ternyata Ini 5 Alasannya
-
Niat Puasa Dzulhijjah 10 Hari Pertama 2026, Bacaan Arab dan Latin Lengkap
-
Rekam Jejak Kevin Gusnadi, Politisi yang Dekat dengan Ayu Ting Ting Bukan Orang Sembarangan
-
7 Rekomendasi Bedak untuk Ibu Hamil yang Aman: Bebas Iritasi, Wajah Nampak Cerah
-
8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
-
Apa Parfum Mykonos Paling Wangi Tahan Lama? Ini 6 Pilihan yang Layak Dicoba
-
7 Arti Mimpi yang Diyakini Pertanda akan Mendapat Rezeki, dari Melihat Ikan sampai Gendong Bayi
-
Apakah Boleh Kurban Pakai Utang atau Cicilan? Begini Hukumnya dalam Islam
-
3 Dampak Tahun Kuda Api 2026 bagi Kesehatan: Emosi Mudah Naik hingga Stres
-
Benarkah Daging Kurban Harus Habis 3 Hari? Ini Ketentuannya dalam Islam