-
Kisah “Waluh Kukus” yang viral di platform X pada 2021 akan diadaptasi menjadi film oleh Falcon Pictures.
-
Cerita asli yang ditulis oleh @ainayed mengangkat pengalaman masa kecil yang penuh haru dan trauma terkait labu kukus.
-
Pengumuman film ini disambut antusias oleh netizen, yang penasaran dengan sosok Yati dan jalannya cerita di layar lebar.
Suara.com - Kisah "waluh kukus" yang sempat viral di platform X pada 2021 lalu telah diadaptasi ke dalam film layar lebar garapan Falcon Pictures dengan judul serupa.
Rupanya keputusan Falcon Pictures mengangkat kisah viral tersebut disambut baik oleh warganet. Tidak sedikit dari mereka yang mengaku penasaran dengan ceritanya.
Sebelum menonton, mari kita ingat kembali kisah asli 'waluh kukus' yang bikin ribuan netizen terharu. Bagaimana cerita aslinya?
Kisah Waluh Kukus yang Bikin Trauma
Cerita ini dituturkan oleh pemilik akun X @/ainayed pada 17 Juli 2021 lalu. Ia menuliskan pengalaman pribadinya ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.
"Aku punya trauma sama waluh kukus (emoji sedih). Serius, aku selalu nangis kalo ingat waluh kukus. Sekarang juga ini ngetik sambil mbrebes mili (berlinangan air mata). Aku cerita yah, kayaknya bakal alay. Tapi ini 100% bener, sumpah," cuitnya memulai thread.
Ia membuka dengan mengungkap kondisi ekonomi ibunya yang sangat kesulitan, hingga untuk membeli kelapa dan gula jawa saja tidak sanggup.
Ibunya bekerja sebagai buruh apa saja dan bayarannya tak tentu. Tidak jarang ibunya hanya diupah bahan makanan.
"Upahnya macam-macam, tergantung pekerjaannya. Seringnya dibayar uang, tapi kadang-kadang dapat bahan makanan. Nah suatu ketika, makku bantuin orang panen waluh (alias labu kuning). Sebagai upah, mak dikasih dua waluh, satunya kecil, satunya besar, dulu aku nggak kuat angkatnya," tulisnya.
Baca Juga: Jadi Produser Eksekutif Film Timur, Intip Lagi Deretan Film Karya Nagita Slavina
Bersyukur mendapatkan labu besar meski belum matang, sang ibu berencana memberikannya kepada anak-anak yang biasa tadarus di musala. Ia menyimpan labu tersebut selama dua bulan untuk diberikan sebagai camilan.
"Iya, saking nggak punya apa-apanya. Nyimpan waluh itu sekitar 2 bulanan demi bisa ngasih camilan anak-anak tadarus di langgar (musala). Waluhnya diapain? Dikukus. Mau dikolak nggak punya uang buat beli kelapa dan gula," lanjutnya.
Tibalah hari di mana labu tersebut diberikan kepada anak-anak tadarus. Sang ibu sempat berpesan kepada @/ainayed untuk membawa pulang kembali wadah yang digunakan untuk menampung labu kukus tersebut.
Sang ibu begitu senang dan percaya bahwa anak-anak tentu akan menyukai labu kukus buatannya. Pasalnya, labu tersebut memang terasa manis dan empuk.
"Tapi pas tadarus itu, ternyata cuma satu dua anak yang makan, padahal waluhnya seember penuh. FYI, anak-anak yang tadarus rame, ada belasan," tuturnya lagi.
Sialnya lagi, ada salah satu anak bernama Yati yang menghina labu kukus tersebut sampai membuat anak-anak lain ikut mengejek. Bahkan, ia menunjukkan ekspresi jijik ketika melihat isi wadah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan
-
Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya
-
Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai
-
HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
-
Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam
-
Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi
-
Di Balik Sepiring MBG: Mengurai Risiko Keracunan dari Dapur hingga Meja Makan Siswa
-
Sandy Walsh Tiba di TC Persib dengan Cedera, Begini Kondisi Terbarunya
-
Gempa Flores Rusak Sejumlah Perangkat TelkomGroup, Pemulihan Terkendala Listrik
-
6 Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda, Kondisi Kesehatan hingga Gaya Hidup