- Sunscreen penting digunakan setiap hari, terutama bagi yang sering beraktivitas di luar ruangan.
- Banyak mitos keliru soal sunscreen beredar di media sosial, membuat orang salah memilih atau menggunakannya.
- Penting memahami fakta ilmiah agar perlindungan kulit dari sinar UV tetap optimal dan tidak tertipu oleh hoaks seputar sunscreen.
Suara.com - Sunscreen memang menjadi produk wajib dalam rutinitas skincare harian, terutama bagi yang sering beraktivitas di luar ruangan.
Namun, informasi yang keliru soal penggunaan sunscreen masih sering beredar luas di media sosial.
Beberapa mitos bahkan membuat orang salah memilih atau menggunakan sunscreen dengan cara yang tidak efektif.
Akibatnya, perlindungan kulit dari sinar UV justru tidak optimal meski sudah rajin memakai sunscreen setiap hari.
Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja mitos tentang sunscreen agar kulit tetap sehat dan terlindungi.
Melansir Hindustan Times, berikut lima mitos soal sunscreen yang ternyata cuma hoaks, lengkap dengan penjelasan ilmiah agar kamu tak lagi tertipu.
Mitos 1: Sunscreen dengan SPF Tinggi, Perlindungannya Lebih Baik
Banyak orang yang percaya bahwa sunscreen dengan SPF lebih tinggi akan memberikan perlindungan yang lebih baik. Tapi itu ternyata tidak sepenuhnya benar.
Perlu diketahui, SPF menunjukkan tingkat perlindungan dari sinar UVB. Padahal kulit juga butuh pelindungan dari UVA. Oleh karena itu, penting untuk memilih sunscreen yang dilengkapi dengan PA.
Baca Juga: 10 Tren Bahan Skincare yang Populer Selama 2025, Vitamin C Tak Lekang Waktu
Jadi SPF tinggi tidak menjamin perlindungan yang lebih baik untuk kulit, terlebih jika tidak ada PA-nya. Sehingga perlu juga diperhatikan tingkat PA-nya agar kulit terlindungi dari sinar UVA.
"Sinar UVA juga dapat menyebabkan kerusakan kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit," kata Ahli Kosmetik sekaligus Dokter Estetika, dr. Karuna Malhotra.
"Oleh karena itu, sebaiknya pilih tabir surya berspektrum luas yang melindungi dari radiasi UVA dan UVB," imbuh sang dokter menjelaskan.
Mitos 2: Orang Berkulit Gelap Tak Perlu Pakai Sunscreen
Kata dr. Karuna Malhotra, meskipun memiliki perlindungan UV yang lebih baik, mereka yang berkulit gelap tetap harus menggunakan tabir surya spektrum penuh (mengandung SPF dan PA tinggi).
"Melanin tidak efektif melawan kerusakan akibat UVA, yang dapat menyebabkan penuaan dini dan kerutan pada kulit. Selain itu, melanin tidak akan melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang berkepanjangan tanpa perlindungan," tutur dr. Karuna Malhotra.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD