- Minat olahraga multisport seperti aquatlon tumbuh di Jakarta, menarik berbagai usia, terutama atlet muda dan keluarga.
- Ancol Aquathlon 2025 digelar di Lagoon Beach, Ancol, melibatkan sekitar 350 peserta dari berbagai kategori usia.
- Acara ini menjadi bagian strategi FTI DKI Jakarta dan KONI dalam pembinaan atlet menuju persiapan PON 2028.
Suara.com - Di kota besar seperti Jakarta, ruang publik untuk olahraga kerap terpinggirkan oleh hiruk pikuk aktivitas harian. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, olahraga multisport seperti triatlon, duatlon, dan aquatlon mulai menemukan audiens baru. Minat terhadap olahraga kombinasi ini tumbuh seiring kesadaran masyarakat akan gaya hidup aktif yang menyatu dengan aktivitas luar ruang.
Olahraga multisport kini mulai merangkul keluarga muda dan pelajar, tidak lagi hanya digemari atlet profesional. Banyak orang tua melihat olahraga ini sebagai sarana untuk membina karakter, keberanian, dan daya tahan, tidak hanya sebagai ajang kompetisi. Dari tren inilah muncul kebutuhan akan ruang kompetisi yang aman, terjangkau, dan bersahabat bagi atlet junior.
Di tengah meningkatnya minat tersebut, satu pemandangan menarik terlihat di Lagoon Beach, Ancol, akhir pekan ini. Sejak pagi, ratusan atlet muda berbaris di bibir pantai dengan wajah penuh fokus, sementara para orang tua memenuhi area pinggir lintasan sambil memegang kamera dan botol minum untuk anak-anak mereka.
Begitu peluit start dibunyikan, riuh sorak sorai pecah, seakan menjadi penanda bahwa olahraga kombinasi seperti aquatlon kini mulai menemukan panggungnya sendiri di Jakarta.
Fenomena ini menjadi gambaran kecil bagaimana minat terhadap olahraga renang dan lari, yang dulu dianggap terlalu berat bagi remaja, kini justru berkembang menjadi ekosistem pembinaan atlet yang semakin terstruktur. Ancol Aquathlon 2025 menjadi salah satu buktinya.
Acara yang digelar oleh Federasi Triathlon Indonesia DKI Jakarta bersama PT Taman Impian Jaya Ancol ini menghadirkan sekitar 350 peserta dari berbagai kelompok usia. Mulai dari atlet junior di bawah 10 tahun hingga kategori master berusia 40 tahun ke atas, semuanya berkompetisi dalam lintasan renang dan lari yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Ketua FTI DKI Jakarta, Michelle Surjaputra, melihat antusiasme tersebut sebagai momentum penting dalam menyiapkan atlet multisport masa depan.
"Ancol Aquathlon 2025 bukan hanya wadah kompetisi, tetapi langkah strategis untuk mengembangkan ekosistem olahraga multisport di Jakarta. Kami ingin atlet junior memiliki tempat aman untuk tumbuh dan berprestasi," ujarnya dalam keterangan yang diterima Suara.com, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan ini memang dirancang inklusif. Anak usia 10 tahun berlari berdampingan dengan peserta dewasa, sementara kategori remaja menjadi yang paling ramai. Format usia yang berlapis seperti ini menjadi cara FTI DKI Jakarta menyiapkan rantai pembinaan berjenjang. Di tingkat nasional, FTI juga tengah menyiapkan atlet usia 8 sampai 17 tahun untuk bersaing di PON 2028.
Baca Juga: Studi Mengungkapkan Bahwa Olahraga di Usia Lanjut Turunkan Risiko Demensia
Suasana kompetisi yang menyatu dengan ruang publik pantai juga memberi pengalaman berbeda bagi keluarga. Banyak orang tua yang mengikuti anaknya sejak start dari tepi laut hingga garis finish, sebuah dukungan yang menurut penyelenggara menjadi fondasi penting bagi perkembangan atlet muda. Semangat itu juga terlihat dari para pengunjung yang memadati area pantai, membuat total pengunjung acara mencapai lebih dari 850 orang.
Dukungan venue menjadi faktor lain kesuksesan acara ini. Ancol yang terletak di pesisir utara Jakarta dinilai mampu memberikan ruang aman sekaligus menarik bagi peserta.
Direktur PT Taman Impian Jaya Ancol Tbk, Eddy Prastiyo, menyampaikan dukungan penuh pihaknya terhadap ekosistem olahraga ini.
"Kami bangga menjadi Official Venue Partner. Harapannya, kegiatan ini bisa menginspirasi masyarakat untuk hidup lebih aktif dan memberi kesempatan kepada atlet muda untuk mengembangkan potensinya," tuturnya.
Dari sisi pembinaan olahraga daerah, kegiatan semacam ini dianggap penting oleh KONI DKI Jakarta.
Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid, menegaskan bahwa kegiatan multisport seperti Aquathlon memiliki peran besar dalam pembinaan atlet muda.
Berita Terkait
-
Gandeng Kejaksaan Agung, Kemenpora Awasi Anggaran Pemuda dan Olahraga Secara Ketat
-
Dari Lari hingga Yoga: Temukan Komunitas Baru dengan Pakaian Olahraga
-
ISS 2025 Hadir Desember, Bahas Masa Depan Industri Olahraga Indonesia
-
Indonesia Siap Bangun Pusat Pelatihan Olahraga Terbaik se-Asia Tenggara
-
Studi Mengungkapkan Bahwa Olahraga di Usia Lanjut Turunkan Risiko Demensia
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Rekam Jejak Roby Tremonti, Aktor yang Terseret Isu Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans
-
Daftar Wilayah DIY yang Berpotensi Diguyur Hujan Petir hingga Pukul 15.00 WIB Hari Ini
-
5 Hair Tonic untuk Menumbuhkan Rambut, Ampuh Atasi Kerontokan dan Kebotakan
-
4 Sepatu Sneakers Wanita Mulai Rp100 Ribuan, Empuk dan Anti Lecet Dipakai Jalan
-
Kenapa Korban Grooming Seperti Aurelie Moeremans Cenderung Diam? Waspadai Ciri-cirinya!
-
5 Moisturizer Terbaik Harga Pelajar untuk Mencerahkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan
-
Alasan Aurelie Moeremans Terbitkan Buku Broken Strings secara Gratis
-
5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
-
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, Apa Itu Child Grooming dan Bahayanya Pada Anak?
-
5 Sampo Jepang untuk Atasi Rambut Rontok dan Uban Usia 40 Tahun ke Atas