Suara.com - Penampilan Verrell Bramasta saat membantu korban banjir di Padang sempat mencuri perhatian publik. Banyak netizen menduga rompi yang ia kenakan adalah rompi anti peluru, sehingga muncul anggapan bahwa penampilannya kurang sesuai dengan situasi bencana.
Belakangan, diketahui bahwa yang dikenakan Verrell adalah rompi taktis. Lantas, apa bedanya rompi anti peluru dan rompi taktis?
Keduanya memang terlihat mirip dari kejauhan, tetapi memiliki fungsi, material, dan tujuan penggunaan yang sangat berbeda. Berikut penjelasan lengkapnya.
Beda Rompi Anti Peluru dan Rompi Taktis
Walaupun mirip secara bentuk, rompi anti peluru dan rompi taktis memiliki tujuan yang sangat berbeda.
Mengutip Feyachi, rompi anti peluru adalah perlengkapan keamanan yang bertujuan melindungi tubuh dari proyektil dan pecahan peluru.
Di dalam rompi ini terdapat panel balistik berbahan khusus seperti Kevlar, Dyneema, atau material komposit yang mampu menyerap dan menyebarkan energi peluru agar tidak menembus tubuh pemakainya.
Karena memuat material pelindung, rompi anti peluru cenderung lebih berat, lebih kaku, dan tidak memiliki banyak ruang atau kantong tambahan.
Rompi ini umum digunakan oleh polisi, tentara, atau petugas keamanan yang berada di situasi berisiko tinggi.
Beberapa model bahkan dibuat tipis agar dapat digunakan secara tersembunyi di bawah pakaian.
Baca Juga: Style Verrell Bramasta saat Kunjungan ke Lokasi Banjir Sumatera Dihujat: Kayak Lagi Catwalk
Sementara itu, rompi taktis (tactical vest) dirancang sebagai pembawa perlengkapan, bukan sebagai pelindung tubuh dari peluru. Rompi jenis ini biasanya digunakan oleh petugas SAR, pekerja lapangan, pemain airsoft, hingga relawan.
Kelebihannya terletak pada desain modular, banyak kantong, fleksibel, dan ringan sehingga penggunanya bisa bergerak leluasa sambil membawa banyak barang.
Dalam banyak operasi, rompi taktis dipakai di atas rompi anti peluru agar pemakai bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus, yaitu perlindungan dan kemudahan membawa peralatan.
Rompi taktis juga tahan air dan dibuat dari bahan kuat seperti nilon atau poliester. Karena tidak memiliki panel balistik, rompi taktis jauh lebih ringan dan nyaman dipakai dalam waktu lama.
Inilah alasan Verrell memilih rompi taktis. Ia memakainya untuk membawa air minum, uang tunai, dan perlengkapan lain saat membantu para korban banjir.
Itulah perbedaan rompi anti peluru dan rompi taktis yang sering kali disalahartikan karena tampilannya yang mirip. Pada kenyataannya, kedua rompi ini dirancang untuk kebutuhan yang sangat berbeda. Semoga informasi di atas bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Aparat Diduga Biarkan Ormas 'Pukul' Demonstran, Aktivis: Taktik Orde Baru yang Berbahaya!
-
Jaka Tingkir Saga, Serial Kolosal Pertama yang Lahir dari Kecerdasan Buatan
-
Kebiasaan Kecil, Berdampak Besar: Bekal Hidup Sehat untuk Generasi Muda Indonesia
-
Sumsel Kembali Menengadah ke Langit, Doa Hujan di Tengah Karhutla yang Belum Usai
-
Semen Gresik Tingkatkan Kompetensi Ratusan Tukang Bangunan melalui Sertifikasi Akademi Jago Bangunan
-
Ancaman Siber Meningkat Drastis, DPR Diminta Segara Sahkan RUU KKS
-
Warga Sekitar TPA Putri Cempo Mulai Mengungsi, Alami Sesak Nafas
-
Komisi Yudisial dan Keraton Kasunanan Surakarta Bersinergi Perkuat Etika dan Budaya Hukum
-
Hadiri Miss Equality World, Arya Wedakarna Dipanggil Badan Kehormatan DPD
-
Sempat Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG, Puluhan Siswa di Sleman Akhirnya Kembali Bersekolah