- Tim Ekspedisi Patriot UI mengadakan FGD di Muting, Merauke pada 4 Oktober 2025 mengenai infrastruktur dasar.
- Aparat dan kepala kampung mengidentifikasi masalah infrastruktur seperti jalan, listrik, dan telekomunikasi yang perlu perbaikan.
- Kebutuhan mendesak meliputi pengaspalan jalan, optimalisasi PLN, penambahan tower internet, dan pembangunan SMA di Kampung Bunggay.
Suara.com - Masalah infrastuktur dan layanan dasar di Kawasan Transmigrasi Muting, khususnya di Distrik Elikobel masih perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Pasalnya, kondisi infrastuktur dan layanan dasar di Distrik Elikobel masih banyak yang perlu ditingkatkan untuk menunjang perekonomian dan kesejahteraan sosial setempat.
Hal tersebut diketahui pada saat Tim Ekspedisi Patriot dari Universitas Indonesia melakukan diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion bersama aparat dan kepala kampung yang termasuk ke dalam Kawasan Transmigrasi (KT) Muting di Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan (4/10/2025) tentang infrastuktur dan layanan dasar sebagai upaya pengembangan kawasan transmigrasi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh aparat distrik dan kampung dari Kampung Sipias, Kampung Bunggay, Kampung Bouwer, Kampung Metaat Makmur, dan Kampung Bupul Indah.
"Tidak semua kampung transmigrasi yang diundang bisa hadir pada diskusi kali ini. Salah satu alasannya karena keterbatasan akses komunikasi dan kondisi jalan yang rusak dan jauh," ujar Azis, Kepala Distrik Elikobel.
Diskusi tersebut diawali dengan setiap perwakilan kampung mengidentifikasi kondisi terkini dari kampungnya dalam hal infrastuktur dan layanan dasar.
Beberapa indikator dalam melihat situasi terkini infrastuktur dan layanan dasar adalah infrastuktur jalan, listrik, air bersih, layanan pendidikan, layanan kesehatan, jaringan telekomunikasi, jalur distribusi produksi lokal, hingga titik isolasi.
Setiap perwakilan mengidentifikasi sendiri setiap indikator dan dipaparkan secara bergantian supaya dapat menjadi bahan identifikasi kebutuhan minimum dan analisis kesenjangan dan permasalahan layanan publik yang ada di KT Muting ini.
Setelah itu, setiap perwakilan kampung diajak untuk menyepakati perihal kebutuhan dan harapan untuk dapat memperbaiki infrastuktur dan layanan dasar yang masih menjadi masalah.
Baca Juga: Pramono Anung Genjot Program Kesejahteraan Hewan untuk Dongkrak Jakarta ke Top 50 Kota Global 2030
Dalam hal ini, kebutuhan dan harapan dari Distrik Elikobel adalah:
1. Pengaspalan jalan poros dan jalan kampung supaya jarak tempuh menjadi lebih singkat dan mobilisasi masyarakat menjadi lancar serta tidak memakan korban.
2. Optimalisasi jaringan PLN karena listrik masih sering mati lampu terutama pada saat musim hujan sehingga produktivitas masyarakat turut terganggu.
3. Penambahan tower dan bandwidth untuk internet supaya jaringan sinyal dan internet tersedia di semua kampung terutama kampung transmigrasi yang memerlukan komunikasi dengan pihak luar untuk mendistribusikan hasil pertanian dan perkebunannya.
4. Penambahan SMA di Kampung Bunggay karena Distrik Elikobel hanya punya SMK dan itu juga tidak bisa menampung semua lulusan SMP sehingga membutuhkan SMA supaya anak-anak tidak perlu jauh-jauh sekolah dan tingkat partisipasi sekolah lebih tinggi lagi, dan
5. Peningkatan perkebunan masyarakat dengan mendatangkan penyuluh pertanian maupun perkebunan karena masyarakat sering mengalami kebingungan dalam melakukan pertanian dan perkebunan sehingga banyak lahan yang akhirnya dijadikan kebun kelapa sawit yang sudah jelas uang dan distribusinya.
Berita Terkait
-
Pramono Anung Genjot Program Kesejahteraan Hewan untuk Dongkrak Jakarta ke Top 50 Kota Global 2030
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
ADHI Garap Proyek Pengendalian Banjir di Marauke
-
Cara Mudah Cek BLT Kesra 2025 Lewat HP, Bantuan Rp900 Ribu Segera Disalurkan
-
Presiden Prabowo Akan Bangun Dewan Nasional Baru Usai Bertemu Ratu Maxima
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Beli Sofa melalui TikTok, Warga Pekanbaru Tertipu Rp300 Juta
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Beda dari Bos Agrinas, Menteri Zulhas Akui Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun Akan Dicek BPK
-
Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending
-
Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar
-
4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik 29 Juli 2026, Ada Awal Baru yang Dinanti
-
Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter
-
Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia