- ADHI Bakal menggarap proyek pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Kawasan Strategis Produksi Pangan (KSPP) Merauke.
- Proyek ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
- Infrastruktur pengendalian banjir yang dibangun akan melindungi ribuan hektare lahan produktif dari risiko banjir.
Suara.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melakukan penandatanganan kontrak baru dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kontrak tersebut berkaitan dengan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Kawasan Strategis Produksi Pangan (KSPP) Merauke, salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia Timur.
Penandatanganan kontrak yang berlangsung beberapa waktu lalu itu dihadiri Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti, Direktur Utama ADHI Entus Asnawi Mukhson, serta General Manager Departemen Infrastruktur II ADHI Sudiyat Miko.
Proyek ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Infrastruktur pengendalian banjir yang dibangun akan melindungi ribuan hektare lahan produktif dari risiko banjir musiman, sehingga petani dapat meningkatkan intensitas tanam dan stabilitas produksi sepanjang tahun.
Pekerjaan konstruksi terbagi dalam dua paket utama:
Paket I: Berlokasi di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, mencakup pembangunan struktur pengendali banjir sepanjang ±44 km, melindungi sekitar 10.000 hektare lahan pertanian.
Paket II: Memiliki panjang konstruksi sekitar 48 km, dengan cakupan perlindungan lahan yang sama.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Wilayah Sungai Papua Selatan telah memulai persiapan lapangan, termasuk penyesuaian kondisi cuaca dan akses lokasi untuk memastikan percepatan konstruksi.
Pembangunan ini merupakan bagian dari integrasi besar infrastruktur sumber daya air, sistem produksi pangan, dan konektivitas kawasan yang tengah dikembangkan pemerintah. Sistem pengendalian banjir nantinya akan terhubung dengan jaringan jalan produksi, fasilitas distribusi, serta layanan pendukung pertanian lainnya, menjadikan KSPP Merauke sebagai kawasan produksi pangan modern yang adaptif dan efisien.
Baca Juga: Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
Direktur Utama ADHI, Entus Asnawi Mukhson, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah dalam penugasan ini.
“Proyek ini tidak hanya bernilai teknis, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat Merauke dan Indonesia Timur. ADHI berkomitmen untuk menghadirkan infrastruktur berkualitas tinggi yang tepat waktu dan memberi manfaat nyata,” ujar Entus.
Sebagai perusahaan konstruksi nasional yang 36% sahamnya dimiliki publik, ADHI terus memperluas kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur strategis. Selain bisnis engineering & construction, ADHI memiliki lini usaha properti & hospitality, manufaktur, serta investasi & konsesi.
ADHI juga terlibat dalam berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti Tol Serang–Panimbang, Tol Solo–Yogyakarta–Kulonprogo, MRT Jakarta CP201–CP202, hingga proyek infrastruktur di IKN Nusantara. Di sektor transportasi rel, ADHI membuktikan diri sebagai champion of railway contractor melalui proyek LRT Jabodebek, MRT Jakarta Fase 2A, hingga proyek internasional North–South Commuter Railway di Manila, Filipina.
Selain itu, ADHI menjadi pelopor konstruksi berbasis lingkungan melalui pembangunan fasilitas pengolahan sampah terbesar di Indonesia, RDF Bantargebang, serta sejumlah proyek pengelolaan lingkungan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
1 Tahun Danantara Indonesia, Pegadaian Dukung Pemerintah Perkuat Fondasi Masa Depan Generasi Bangsa
-
Gaji Anggota DPR Dipotong, Menteri dan Stafsus Tak Terima Gaji: Cara Pakistan Atas Krisis Energi
-
Pertamina Sebut Dua Kapalnya Masih Terjebak di Selat Hormuz, Gimana Kondisinya?
-
Pengemudi Ojol Bersyukur Besaran BHR Naik dari Tahun Lalu
-
37 Bandara InJourney Beroperasi 24 Jam Selama Mudik
-
Pemerintah Mulai Bangkitkan Bisnis UMKM Pascabanjir Aceh
-
Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain
-
Jelang Mudik, Brantas Abipraya Tuntaskan Proyek JLS Lot 3 Serang-Sumbersih di Blitar
-
Sahur Jadi Waktu Primetime Belanja Online Warga RI
-
Purbaya Curhat Dimaki Warga TikTok Imbas Rupiah Anjlok