- Kelangkaan susu di pasaran menjadi isu publik karena tingginya kebutuhan, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Pemerintah sedang membangun fasilitas produksi baru dan mengembangkan 500 peternakan sapi untuk memenuhi kebutuhan susu.
- Presiden memerintahkan pembangunan peternakan sapi penghasil 3 juta liter susu cair per hari untuk masyarakat.
Suara.com - Isu kelangkaan susu di pasaran belakangan ramai diperbincangkan publik. Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan susu di toko ritel, seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi di berbagai sektor.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang merespons beredarnya isu tersebut. Ia menyebut, kebutuhan susu memang tinggi seiring kebutuhan yang besar, terutama untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Susunya memang banyak, kan kebutuhannya banyak,” kata Nanik ditemui usai meninjau pembagian MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Menurut Nanik, pemerintah saat ini tengah menyiapkan langkah untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunya dengan membangun fasilitas produksi baru.
“Ini lagi dibangun pabrik baru,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat pasokan dari hulu melalui pengembangan peternakan sapi.
“Pemerintah kan sekarang lagi bangun 500 peternakan sapi,” kata Nanik.
Terkait kelangkaan susu itu sebelumnya juga pernah dikeluhkan sendiri oleh BGN kepada Presiden Prabowo Subianto.
Saat rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/11/2025) lalu, Nanik mengakui kalau pihaknya mulai kesulitam mencari bahan baku untuk MBG, salah satunya susu.
Baca Juga: BGN Optimistis Target 82,9 Juta Penerima MBG Tercapai 2026, Guru dan Santri Masuk Tambahan
Sebagai solusi dari persoalan itu, Nanik menyampaikan kalau Presiden memerintahkan untuk membuat peternakan sapi yang bisa produksi 3 juta liter susu cair setiap harinya.
"Ini segera akan dibuat peternakan sapi yang nanti bisa memenuhi kebutuhan dari MBG dan juga untuk masyarakat di Indonesia,” kata Nanik usai rapat.
Selain susu sapi, pemerintah juga menyiapkan produksi susu kedelai serta pembukaan lahan sayuran baru oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian ATR/BPN.
Berita Terkait
-
BGN Optimistis Target 82,9 Juta Penerima MBG Tercapai 2026, Guru dan Santri Masuk Tambahan
-
5 Merek Susu Tinggi Kalsium untuk Atasi Nyeri Lutut dan Sendi, Cocok untuk Lansia 50-an
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Hari Ini Terakhir, Cek Promo Gantung Minyak Goreng 2 Liter dan Susu Formula di Alfamart
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana