Lifestyle / Komunitas
Kamis, 15 Januari 2026 | 17:53 WIB
TikTok Shoy by Tokopedia Fashion Playground, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Sabtu (10/1/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Baca 10 detik
  • Host live shopping memerlukan fokus tinggi, terutama saat jam tayang utama malam hari untuk menarik banyak penonton.
  • Host harus memiliki pemahaman produk mendalam dan sabar dalam menjawab pertanyaan calon pembeli secara efektif.
  • Live streaming fashion mendongkrak transaksi e-commerce secara signifikan, sejalan dengan pertumbuhan industri fashion nasional.

Suara.com - Belanja online interaktif alias live shopping bukan sekadar tren tapi bak jadi fitur wajib berjualan online. Tapi kira-kira seperti apa ya di balik layar profesi host live yang kerap ditemukan di e-commerce?

Cerita itu datang dari Rizky, Host Live brand sepatu local asal Bandung Rowey yang mengungkapkan bahwa pekerjaan sebagai host live membutuhkan fokus dan kesiapan penuh, terutama saat memasuki jam-jam prime time.

“Biasanya live mulai sekitar jam 7 atau jam 8 malam, karena itu jam orang-orang sudah pulang kerja dan mulai pegang handphone,” ujar Rizky kepada Suara.com dalam acara TikTok Shoy by Tokopedia Fashion Playground di Pondok Indah Mall 3, Jakarta pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Rizky juga bercerita kalau waktu malam menjadi momen krusial karena jumlah penonton bisa meningkat signifikan. Namun, tingginya jumlah penonton tidak selalu berarti transaksi langsung terjadi.

Rizky, host live di acara TikTok Shoy by Tokopedia Fashion Playground, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Sabtu (10/1/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

“Kadang penonton banyak, tapi belum tentu langsung beli. Jadi kita harus sabar, jawab pertanyaan satu-satu, terutama soal ukuran sepatu,” jelasnya.

Di balik layar live shopping, Rizky tidak bekerja sendirian. Ada perwakilan brand atau tim yang mendampingi, memastikan stok, harga, hingga promo berjalan sesuai rencana.

Menariknya, Rizky mengaku tidak selalu harus berbicara nonstop selama live berlangsung. Dalam beberapa kondisi, ia justru memilih menunggu interaksi dari penonton.

“Kadang kalau terlalu banyak ngomong, orang malah bingung. Jadi kita tunggu chat masuk, baru jawab. Itu lebih efektif,” ujarnya.

Pekerjaan sebagai host live juga menuntut pemahaman produk yang mendalam. Rizky menyebut, kepercayaan diri saat live sangat bergantung pada seberapa jauh host mengenal produk yang dijual.

Baca Juga: Purbaya Buka Peluang Tarik Pajak E-commerce 2026

“Kalau kita paham bahan, cutting, dan size chart, jawab pertanyaan jadi lebih meyakinkan. Itu penting karena orang beli sepatu tanpa coba langsung,” tambahnya.

TikTok Shoy by Tokopedia Fashion Playground, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Sabtu (10/1/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Berdasarkan pengamatan suara.com, host live di acara TikTok Shop by Tokopedia bukan cuma Rizky tapi secara official ada banyak brand fashion yang lakukan aksi serupa. Fenomena ini sejalan dengan temuan bahwa live streaming di era perdagaan masa ini mampu mendongkrak rata-rata transaksi mencapai 86,62 persen.

"Fesyen terus menjadi salah satu kategori dengan permintaan tertinggi. Pada Ramadan 2025, misalnya, kenaikan transaksi hijab, celana pria, pakaian dan sepatu wanita mencapai lebih dari 2 kali lipat dibandingkan Ramadan 2024. Untuk memperkuat rantai nilai industri fesyen secara menyeluruh dan mendorong pertumbuhan jangka panjang," ujar Cluster Leader Tokopedia and TikTok E-Commerce Indonesia, Tri Boby Candra.

Sebagai catatan industry fashion tumbuh positif dan berperan besar dalam ekonomi nasional. Kontribusinya mencapai 6,96 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan II pada 2025 atau naik 1,6 persen, menyerap 1,6 juta tenaga kerja di industri kecil dan 89 ribu di industri besar.

Fesyen juga menjadi kategori terbesar e-commerce Indonesia dengan kontribusi sekitar 16 pada dari total transaksi.

Load More