Lifestyle / Komunitas
Kamis, 15 Januari 2026 | 19:53 WIB
Deretan produk dan design dari Brand Nour Al Qalam (Suara.com/Tantri Amela Iskandar)

Suara.com - Nour Al Qalam adalah sebuah brand internasional yang bakal hadir di Indonesia dengan mengusung filosofi wear quality to share wisdom. Menghadirkan desain Arabic Calligraphy di pakaian, setiap karya menjadi perwujudan pesan kemanusiaan, kedamaian, dan kebijaksanaan yang bersifat universal.

Kreator sekaligus desainer Brand Nour Al Qalam, Noureddine Erradi mengungkapkan bahwa brand ini terinspirasi dari warisan lisan sang ibu yang lahir di sebuah istana di Marrakech, Maroko.

“Proyek ini terinspirasi dari warisan tak berwujud ibu saya, Aïcha Elouakrim, yang menurunkan kebijaksanaan melalui kata-kata, metafora, dan napas kehidupan. Tanpa pendidikan formal, ia mengajarkan bahwa kebijaksanaan sejati hidup dalam tutur lisan,” ujar Noureddine Erradi dalam acara eksklusif Media Meet-up & Brand Introduction pada 15 Januari 2026.

Kreator sekaligus desainer Brand Nour Al Qalam, Noureddine Erradi (Suara.com/Tantri Amela Iskandar)

Hingga kini, Nour Al Qalam telah memiliki 125 desain yang telah dipasarkan dan mendapat sambutan positif di berbagai negara Eropa. Seluruh koleksi dirancang langsung oleh sang founder, dengan proses produksi dilakukan di Belgia dan Portugal.

Setiap pesan dirangkai secara cermat dalam kaligrafi Arab agar selaras dengan medium pakaian maupun dekorasi rumah sebelum masuk tahap produksi.

Kabar baiknya, koleksi fashion karya Noureddine Erradi yang diproduksi di Portugal ini tidak hanya akan hadir di Indonesia, tetapi juga akan dipasarkan ke berbagai negara lain seperti Qatar, Dubai, dan sejumlah kawasan internasional lainnya.

Di tengah era yang didominasi kebisingan visual dan informasi, Nour Al Qalam menawarkan kesederhanaan spiritual. Dengan memadukan desain kontemporer dan filosofi berusia ratusan tahun, brand ini menghadirkan karya yang berbicara kepada jiwa sekaligus mata. Baik dikenakan maupun dipajang, setiap produk menjadi jembatan yang menghubungkan generasi, budaya, serta cerita personal lintas dunia. ***

Kontributor : Tantri Amela Iskandar 

Baca Juga: Bordir dan Upaya Daur Ulang Pakaian di Tengah Tren Fesyen Berkelanjutan

Load More