- Kabupaten Sabu Raijua mengadakan focus group discussion untuk menyusun strategi akhir program.
- Bupati Sabu Raijua menekankan kemandirian adaptasi perubahan iklim harus berakar kuat pada kearifan lokal.
- Keberlanjutan program pasca-pendampingan dijamin melalui perlembagaan kebijakan dan dana hibah sekitar Rp5,6 miliar.
Suara.com - Kabupaten Sabu Raijua tengah mematangkan langkah transisi besar menghadapi tantangan iklim global. Upaya ini bukan tanpa alasan. Mereka ingin memastikan seluruh inisiatif kewirausahaan hijau dan inklusi sosial tetap berkelanjutan secara mandiri. Ya, inisiatif ini harus tetap melaju kendati program pendampingan akan paripurna.
Lewat diskusi bersama Global Environmental Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia dan Yayasan Pikul, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua membahas strategi akhir Program Fase 7. Acara dengan format focus group discussion (FGD) tersebut dihelat di Gedung DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, Rabu (14/1/2026).
Pertemuan tersebut sekaligus menandai langkah krusial dalam menyusun strategi akhir program fase 7 yang bertumpu pada tiga pilar utama: transformasi ekonomi hijau, inklusi sosial yang melibatkan gender, disabilitas, serta pemuda, serta perlembagaan kebijakan publik demi keberlanjutan inisiatif lokal.
Kearifan Lokal sebagai Perisai Perubahan Iklim
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Setda Kabupaten Sabu Raijua, Bupati Sabu Raijua Thobias Uly, menegaskan posisi geografis dan ekologis wilayahnya sebagai garda terdepan dalam menghadapi krisis iklim. Beliau menekankan kemandirian masyarakat harus berakar pada nilai-nilai setempat.
“Kami memiliki komitmen kuat dan berkelanjutan guna mendukung penuh pengembangan dan implementasi teknologi tepat guna yang berakar pada kearifan lokal. Pendekatan ini kami yakini sebagai solusi paling mandiri dan adaptif untuk memberdayakan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan fluktuasi cuaca ekstrem yang makin sering terjadi,” tegas Thobias Uly.
Menurut Thobias Uly, dukungan pemerintah harus menyentuh akar rumput secara menyeluruh. Dukungan tersebut dinilai harus mencakup spektrum yang sangat luas untuk beragam aspek, mulai dari aspek pendanaan, pelatihan, hingga pendampingan teknis secara intensif. Pemerintah juga menyoroti teknologi yang dikembangkan.
“Kami berupaya memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan tidak hanya efektif secara ilmiah, tetapi juga dapat diterima dan dioperasikan dengan mudah oleh komunitas lokal, serta selaras dengan praktik budaya dan lingkungan setempat.”
“Misalnya, kami mendukung inovasi dalam sistem irigasi hemat air yang sudah dipraktikkan turun-temurun, modifikasi praktik pertanian yang tahan kekeringan, atau pengembangan varietas tanaman lokal yang lebih adaptif terhadap perubahan suhu dan curah hujan,” ujar Thobias.
Dengan mengedepankan kearifan lokal, Pemkab Sabu Raijua berharap dapat membangun resiliensi komunitas secara holistik. Alhasil, pemerintah bisa memastikan keaktifan komunitas terutama dalam melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Jadi, imbuh Thobias, komunitas bukan sekadar penerima bantuan.
Baca Juga: Merayakan Ragam Inovasi Lokal di Sabu Raijua, dari Menangkap Embun hingga Pupuk Organik
Data Akurat Pondasi Pembangunan Daerah
Dalam diskusi tersebut, Bappeda Kabupaten Sabu Raijua menyoroti urgensi kolaborasi dan ketepatan perencanaan. Kepala Bappeda Sabu Raijua Victor Radamuri mengingatkan sinergi antara program pemberdayaan masyarakat dengan proses perencanaan resmi daerah kudu terjalin secara terintegrasi.
“Kita harus menyadari pentingnya kehati-hatian dalam proses perencanaan. Bila kita salah merencanakan dengan data, tidak mungkin tidak timpang. Sekali lagi, saya tegaskan, bila kita salah merencanakan, maka kita merencanakan untuk gagal," ujar Victor Radamuri.
Pernyataan Victor ini menjadi ‘tamparan’ keras bahwa perencanaan tanpa data akurat hanya akan memicu ketidakseimbangan pembangunan. Nah, buntut dari pengabaian data akurat ini tentunya bisa menyebabkan kegagalan visi berkelanjutan. Karena itu, Victor menekankan urgensi kolaborasi dan kemitraan strategis dalam meminimalisir risiko.
"Oleh karena itu, kolaborasi dengan mitra seperti GEF SGP Indonesia sangat penting untuk memastikan setiap intervensi tepat sasaran dan berkelanjutan bagi masyarakat Sabu Raijua," imbuh Victor.
Menjamin keberlanjutan pasca-program (exit strategy), Sidi Rana Menggala selaku Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia menjelaskan pentingnya perlembagaan kebijakan untuk mengintegrasikan keberhasilan program ke dalam regulasi daerah.
Selain itu, sebagai jaminan sebelum Fase 7 ditutup pada Juni 2026, tersedia Program ICCA berupa dana hibah khusus senilai kurang lebih Rp 5,6 miliar untuk pengembangan budaya dan masyarakat adat, serta skema BUMI (Bantuan Usaha melalui Investasi) hingga Rp75 juta per pelaku usaha guna mengukuhkan kemandirian ekonomi hijau dan inklusif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya
-
Panduan Lengkap Tata Cara dan Niat Sholat Jamak Takhir Dzuhur dan Ashar
-
Doa Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan Lengkap dengan Tata Cara yang Benar
-
9 Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Al Quran, Bagaimana Cara Meraihnya?
-
7 Rekomendasi Baju Koko Kucing Terlaris untuk Lebaran 2026, Mulai Rp17 Ribuan!
-
5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
-
Terakhir Hari Ini! Promo Biskuit Kaleng, Wafer, dan Sirop di Hypermart
-
Promo Kue Lebaran dan Sirop di Manna Kampus, Biskuit Kaleng Mulai Rp20 Ribuan
-
Promo Superindo Weekday Hari Ini, Sirup untuk Lebaran Diskon Cuma Rp8 Ribuan
-
4 Rekomendasi Bedak Terbaik Mencerahkan Wajah Saat Lebaran