Lifestyle / Komunitas
Kamis, 29 Januari 2026 | 11:22 WIB
Ilustrasi Bolehkah Puasa Syaban Tanpa Niat di Malam Hari? (Unsplash)
Baca 10 detik
  • Bulan Sya’ban istimewa karena Rasulullah SAW sering puasa sunnah sebagai persiapan spiritual menyambut Ramadhan.
  • Hukum puasa sunnah Sya’ban adalah sunah; syarat sah utamanya adalah berniat sebelum fajar atau sebelum zawal.
  • Organisasi seperti NU dan Kemenag sejalan bahwa puasa sunnah harus disertai niat sebelum waktu salat Subuh.

Suara.com - Bulan Syaban merupakan bulan yang istimewa dalam Islam karena Rasulullah SAW dikenal memperbanyak puasa sunnah di dalamnya sebagai bentuk persiapan spiritual menyambut Ramadhan. Dari riwayat ‘Aisyah RA disebutkan bahwa Nabi SAW tidak pernah memperbanyak puasa sunnah pada bulan apa pun selain di bulan Syaban.

Hukum puasa di bulan Sya’ban adalah sunah (bukan wajib). Umarah Rasulullah SAW dalam memperbanyak puasa sunnah di bulan ini menunjukkan keutamaannya, tetapi jika seseorang tidak berpuasa maka tidak berdosa. (mui.or.id)

Syarat Sah Puasa Sunnah: Niat

Dalam Islam, niat adalah syarat sah setiap ibadah, termasuk puasa sunnah seperti puasa Sya’ban. Syarat sah puasa sunnah secara umum menurut mayoritas ulama fiqih adalah:

- Berniat sebelum fajar (masuk waktu Subuh).
- Niat puasa dapat dilakukan di dalam hati, meskipun disunnahkan diucapkan secara lisan.
- Niat harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar atau paling lambat sampai sebelum waktu zawal (terbitnya matahari tinggi) selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa.

Artinya, puasa Sya’ban yang dilakukan tanpa niat sebelum fajar tidak sah dan tidak termasuk puasa yang diterima sebagai ibadah puasa sunnah. Niat bukan sekadar formalitas — ia menentukan bahwa perbuatan itu benar-benar diniatkan karena Allah SWT.

Bolehkah Niat Di Pagi Hari Setelah Fajar?

Beberapa riwayat fiqih klasik menyatakan bahwa untuk puasa sunnah (termasuk di bulan Sya’ban), niat tetap harus dilakukan sebelum fajar atau paling lambat sejalan dengan beberapa pendapat ulama, yaitu sebelum makan/minum atau sebelum zawal apabila belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Artinya, jika seseorang lupa berniat di malam hari tetapi belum makan/minum di pagi hari, sebagian ulama membolehkannya berniat di pagi hari sebelum zawal, dengan catatan ia memang belum melakukan hal yang membatalkan puasa (misalnya makan, minum, hubungan suami istri, dll). Ini tidak berlaku jika sudah makan/minum setelah fajar. 

Baca Juga: Apakah Boleh Puasa Nisfu Syaban Digabung dengan Puasa Ganti Ramadan?

Pandangan Organisasi Islam Besar

1. Nahdlatul Ulama (NU)

Dalam websitenya, NU menjelaskan bahwa tata cara puasa Sya’ban mengikuti kaidah puasa sunnah pada umumnya, termasuk niat yang dilakukan sejak malam hari sampai sebelum waktu zawal dengan belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa. 

Artinya, NU berpandangan bahwa puasa tidak sah jika dilakukan tanpa niat yang tepat, dan niat dilakukan sebelum berpuasa dimulai.

2. Muhammadiyah

Melalui laman berita UMS, Muhammadiyah menekankan bahwa tidak ada ibadah khusus yang wajib di tengah bulan Sya’ban (seperti “puasa Nisfu Sya’ban” secara khusus), tetapi umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah di bulan ini sesuai sunnah Rasulullah.

Load More