- Ziarah kubur sebelum Ramadan adalah tradisi masyarakat Nusantara mengunjungi makam untuk mendoakan arwah.
- Tradisi ini memiliki beragam sebutan lokal dan merupakan persiapan spiritual.
- Menurut ulama, hukum ziarah kubur sebelum puasa adalah sunnah, bukan kewajiban, sebagai pengingat akan akhirat dan penghormatan leluhur.
Suara.com - Menjelang bulan Ramadan, tradisi ziarah kubur sebelum puasa kembali ramai dilakukan masyarakat di berbagai daerah. Namun, ziarah kubur sebelum puasa namanya apa? Ternyata, setiap daerah di Indonesia memiliki sebutan dan cara pelaksanaan yang berbeda.
Tujuan ziarah kubur di berbagai daerah ini sama-sama mendoakan keluarga yang telah meninggal sekaligus menyambut bulan suci dengan hati yang bersih.
Tradisi ini sudah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Muslim Nusantara dan menjadi bagian dari rangkaian persiapan spiritual sebelum memasuki Ramadan.
Secara umum, ziarah kubur sebelum puasa adalah kegiatan mengunjungi makam keluarga atau kerabat untuk mendoakan arwah mereka menjelang datangnya bulan Ramadan. Biasanya dilakukan pada akhir bulan Syaban.
Dalam praktiknya, keluarga akan membersihkan makam, menabur bunga, serta membaca doa dan ayat-ayat Al-Qur’an. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tradisi ini juga menjadi momen refleksi diri sebelum menjalankan ibadah puasa.
Sebutan Ziarah Kubur Sebelum Puasa di Berbagai Daerah
Berikut beberapa nama tradisi ziarah kubur sebelum puasa di sejumlah daerah di Indonesia:
1. Nyadran (Jawa Tengah dan DIY)
Nyadran merupakan tradisi masyarakat Jawa menjelang Ramadan yang dilakukan pada bulan Ruwah (Syaban dalam kalender Hijriah). Selain ziarah kubur, Nyadran juga diisi dengan doa bersama dan kenduri atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
2. Ruwahan (Jawa)
Ruwahan berasal dari kata “arwah” dan dilakukan sepanjang bulan Syaban. Kegiatan ini identik dengan ziarah makam keluarga, pembacaan tahlil, serta doa bersama. Tradisi ini bertujuan mengirim doa kepada leluhur sekaligus mengingatkan diri akan kematian.
Baca Juga: Kapan Sidang Isbat Puasa 2026? Ini Jadwalnya
3. Munggahan (Jawa Barat)
Munggahan lebih dikenal sebagai tradisi makan bersama keluarga atau kerabat sebelum Ramadan. Namun, sebagian masyarakat juga mengisinya dengan ziarah kubur. Maknanya adalah “naik” ke bulan yang lebih suci, yakni Ramadan.
4. Megengan (Jawa Timur)
Megengan biasanya dilakukan menjelang awal Ramadan. Tradisi ini identik dengan pembagian kue apem sebagai simbol permohonan maaf. Sebagian masyarakat juga menyempatkan ziarah kubur sebagai bagian dari persiapan spiritual.
5.Balimau dan Ziarah Kubur (Sumatera Barat dan Riau)
Di Sumatera Barat dan Riau, tradisi menyambut Ramadan dikenal dengan Balimau, yakni mandi menggunakan air jeruk nipis sebagai simbol penyucian diri. Selain itu, masyarakat juga melakukan ziarah kubur sebelum puasa untuk mendoakan keluarga yang telah wafat.
6. Mattunu Solong dan Ziarah (Sulawesi Selatan)
Di beberapa daerah Sulawesi Selatan, masyarakat melakukan tradisi penyambutan Ramadan yang disertai ziarah makam keluarga. Meski namanya berbeda, esensinya tetap sama, yakni mempersiapkan diri secara lahir dan batin.
Apakah Ziarah Kubur Sebelum Puasa Wajib? Ini Hukumnya Menurut Ulama
Banyak yang bertanya, apakah ziarah kubur sebelum puasa wajib dilakukan oleh umat Islam? Jawabannya, ziarah kubur sebelum Ramadan tidak bersifat wajib.
Berita Terkait
-
Surat Edaran Libur Ramadhan 2026 Apakah Sudah Terbit? Ini Keputusan Pemerintah
-
Apakah Harus Minta Maaf Sebelum Puasa? Ini Hukumnya
-
Kapan Sidang Isbat Puasa 2026? Ini Jadwalnya
-
Ramadan di Depan Mata, Pramono Anung Wanti-wanti Warga DKI Tak Gadai KJP Buat Penuhi Kebutuhan
-
30 Ucapan Mohon Maaf Lahir dan Batin Sebelum Puasa, Bisa Dijadikan Caption Media Sosial
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
6 Sabun Cuci Muka Purbasari untuk Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp30 Ribuan
-
3 Bedak Padat Purbasari yang Bisa Samarkan Noda Hitam di Wajah Berminyak
-
5 Rekomendasi Parfum Mykonos yang Cocok buat Ngantor: Wangi Tahan Lama, Kesan Profesional
-
Bangga, Kostum Bali dan Padang Buatan Desainer Cilik Indonesia Melenggang di Jepang!
-
Bedak Tabur Apa yang di Bawah Rp50 Ribu? Ini 5 Rekomendasi Produk Lokal yang Awet
-
Nadiem Makarim Operasi Apa? Ini Fakta Terkait Kondisi Kesehatannya
-
3 Produk Baru Glad2Glow untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
-
7 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan di Rumah, Dipercaya Bikin Rezeki Lancar
-
Rahasia Liburan Anti-Mainstream: Mengintip Kehidupan Nomaden Mongolia di Tanjung Lesung
-
ASI Warna Kuning Artinya Apa? Berkaca dari Pengalaman Alyssa Daguise dan Steffi Zamora