- Menabur bunga saat ziarah kubur tidak dilarang dalam Islam, berdasarkan analogi peletakan dahan hijau oleh Rasulullah saw.
- Praktik menabur bunga adalah amalan sunnah yang didasarkan pada kebolehan meletakkan tanaman segar di atas kubur.
- Adab penting ziarah meliputi mengucapkan salam, membaca Al-Qur'an, mendoakan mayit, dan berpakaian sopan.
Adab Ziarah Kubur
Selain memahami hukum tabur bunga, kamu juga perlu tahu bagaimana adab ziarah kubur sesuai sunnah. Supaya ziarah tidak sekadar menjadi rutinitas, tapi benar-benar bernilai ibadah.
1. Mengucapkan Salam Saat Memasuki Area Kuburan
Ketika memasuki area pemakaman, dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada para penghuni kubur. Rasulullah mengajarkan doa berikut:
السّلامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ أَنْتُمْ لَنَا فَرْطُ وَنَحْنُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُوْنَ
Arab Latin:
Assalâmu 'alâ ahlid diyâr, minal mu'minîna wal muslimîn, antum lanâ farthun, wa nahnu insyaallahu bikum lâhiqûn.
Artinya:
Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau telah mendahului kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu.
Ucapan ini bukan sekadar formalitas. Ia adalah pengingat bahwa suatu hari nanti, kamu pun akan menyusul mereka.
2. Membaca Ayat-Ayat Al-Qur’an
Sebagian ulama menganjurkan membaca surat-surat tertentu ketika ziarah, seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Ayat Kursi, atau surat lainnya. Ada juga yang membaca Al-Qadar beberapa kali sesuai kebiasaan yang berkembang.
Baca Juga: Panduan Bacaan Doa Ziarah Kubur Lengkap Beserta Arti Sesuai Urutan
Tujuannya adalah menghadiahkan pahala bacaan kepada mayit. Meski terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang detailnya, praktik membaca Al-Qur’an saat ziarah telah menjadi amalan yang umum di banyak kalangan Muslim.
3. Membaca Doa untuk Mayit
Setelah membaca Al-Qur’an, kamu bisa melanjutkan dengan doa. Salah satu doa yang bisa dibaca adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ أَنْ لَا تُعَذِّبَ هَذَا الْمَيِّتِ
Arab Latin:
Allahumma innî as-aluka bihaqqi Muhammadin wa âli Muhammad an lâ tu'adzdziba hâdzal may-yit.
Artinya:
Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad, janganlah Engkau mengazab penghuni kubur ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
6 Shio Beruntung 31 Maret 2026: Buang Hal Tak Penting agar Rezeki Lancar
-
Perbedaan Compact Powder dan Two Way Cake: Mana yang Cocok untuk Kulit Anda?
-
Bukan Sekadar Rumah: Mengapa Fasilitas Komunitas Jadi Kriteria Utama Keluarga Urban Saat Ini?
-
Bukan Karena Pasangan atau Idola, Ini Motif Utama Orang Pilih Operasi Plastik
-
5 Treatment Klinik Kecantikan untuk Mengatasi Flek Hitam di Usia 40 Tahun
-
Fenomena Pink Moon Bukan Bulan Berwarna Merah Muda, Simak Faktanya!
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering agar Tetap Berkilau di Usia 35 Tahun
-
5 Bedak Tabur Emina Ampuh Kontrol Minyak Berlebih, Cocok untuk Kulit Berminyak
-
6 Lipstik Transferproof untuk Bibir Hitam yang Warnanya Elegan dan Anti Pudar
-
Cara Membuat SKCK Online, Simak Syarat dan Biayanya