Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 13 Februari 2026 | 07:18 WIB
Ilustrasi Bahasa Inggris (Freepik/Freepik)
Baca 10 detik
  • Sertifikasi Cambridge English CELTA menjadi prasyarat penting untuk mengukur standar kompetensi pengajar bahasa Inggris secara global.
  • Program CELTA adalah pelatihan intensif berbasis praktik selama minimal 120 jam yang meliputi teori dan pengalaman mengajar nyata.
  • Data Januari–September 2025 menunjukkan CELTA diminta dalam 63,5% iklan lowongan pengajaran bahasa Inggris di 41 negara.

UTC, bagian dari ekosistem USG Education, telah menghadirkan program ini dalam format luring maupun daring, membuka akses bagi calon pengajar dari berbagai daerah.

Adhirama G. Tusin, CEO USG Education, menegaskan bahwa CELTA memiliki peran strategis dalam penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. 

“Kami melihat CELTA bukan sekadar sertifikasi, tetapi fondasi profesional bagi para pengajar bahasa Inggris untuk membangun kompetensi, standar pengajaran, dan daya saing internasional. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen kami dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui jalur pendidikan dan sertifikasi global,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Deddy Mulyadi, Manager UTC. Ia menekankan bahwa kekuatan utama CELTA terletak pada praktik langsung dan refleksi berkelanjutan. 

“CELTA tidak hanya membahas teori mengajar, tetapi melatih peserta menghadapi situasi kelas yang nyata. Peserta mendapatkan umpan balik yang terstruktur, praktik mengajar langsung dengan peserta didik, serta pendampingan tutor berpengalaman. Karena itu, lulusannya umumnya lebih siap, percaya diri, dan adaptif saat mengajar di berbagai konteks pembelajaran,” tuturnya.

Ia menambahkan, “Pada akhirnya, CELTA membantu pengajar naik level, bukan hanya pada teknik, tetapi pada cara berpikir profesional di kelas.”

Pengalaman tersebut juga dirasakan para alumni. Asri Nurul Qodri, yang melanjutkan studi Linguistics di Arizona State University, Tempe, Amerika Serikat, menyebut CELTA sebagai pelatihan inti yang penting bagi mereka yang ingin memulai karier di bidang ESL/EFL. 

“Teknik pengajaran dan pengetahuan yang saya dapatkan berkontribusi besar terhadap filosofi mengajar saya dan kemampuan saya dalam menghadapi berbagai situasi kelas,” tutupnya. 

Baca Juga: Cara MMSGI Genjot Kualitas SDM lewat Pendidikan

Load More