- Sertifikasi Cambridge English CELTA menjadi prasyarat penting untuk mengukur standar kompetensi pengajar bahasa Inggris secara global.
- Program CELTA adalah pelatihan intensif berbasis praktik selama minimal 120 jam yang meliputi teori dan pengalaman mengajar nyata.
- Data Januari–September 2025 menunjukkan CELTA diminta dalam 63,5% iklan lowongan pengajaran bahasa Inggris di 41 negara.
UTC, bagian dari ekosistem USG Education, telah menghadirkan program ini dalam format luring maupun daring, membuka akses bagi calon pengajar dari berbagai daerah.
Adhirama G. Tusin, CEO USG Education, menegaskan bahwa CELTA memiliki peran strategis dalam penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kami melihat CELTA bukan sekadar sertifikasi, tetapi fondasi profesional bagi para pengajar bahasa Inggris untuk membangun kompetensi, standar pengajaran, dan daya saing internasional. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen kami dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui jalur pendidikan dan sertifikasi global,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Deddy Mulyadi, Manager UTC. Ia menekankan bahwa kekuatan utama CELTA terletak pada praktik langsung dan refleksi berkelanjutan.
“CELTA tidak hanya membahas teori mengajar, tetapi melatih peserta menghadapi situasi kelas yang nyata. Peserta mendapatkan umpan balik yang terstruktur, praktik mengajar langsung dengan peserta didik, serta pendampingan tutor berpengalaman. Karena itu, lulusannya umumnya lebih siap, percaya diri, dan adaptif saat mengajar di berbagai konteks pembelajaran,” tuturnya.
Ia menambahkan, “Pada akhirnya, CELTA membantu pengajar naik level, bukan hanya pada teknik, tetapi pada cara berpikir profesional di kelas.”
Pengalaman tersebut juga dirasakan para alumni. Asri Nurul Qodri, yang melanjutkan studi Linguistics di Arizona State University, Tempe, Amerika Serikat, menyebut CELTA sebagai pelatihan inti yang penting bagi mereka yang ingin memulai karier di bidang ESL/EFL.
“Teknik pengajaran dan pengetahuan yang saya dapatkan berkontribusi besar terhadap filosofi mengajar saya dan kemampuan saya dalam menghadapi berbagai situasi kelas,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Cara Baru Traveling: Mengapa AI Kini Jadi Travel Agent Pribadi Anda?
-
Bolehkah Kurban 1 Ekor Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Hukumnya dalam Islam
-
5 Parfum Lokal yang Wanginya Awet Nempel di Baju meski Sudah Dicuci
-
Di Tengah Tantangan Industri Herbal, Produk Lokal Mulai Perluas Pasar hingga Internasional
-
5 Lip Cream Lokal Alternatif Tom Ford Liquid Lip Luxe Matte: Transferproof, Awet hingga 14 Jam
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 Dimana? Masih Jalani Hukuman di Lapas Dapat Beasiswa Magister
-
6 Basic Skincare Malam untuk Pemula, Simpel tapi Penting untuk Menjaga Kulit Tetap Sehat
-
Bedak Sudah Mengandung SPF, Perlukah Pakai Sunscreen?
-
Mengenal Lululemon, Tas Premium yang Dicuri di Bandara Soetta sampai Rugi Miliaran
-
4 Sunscreen Lokal Alternatif La Roche Posay Anthelios UVMune 400, Murah dan Anti White Cast