Suara.com - Selama Ramadan, banyak pertanyaan seputar hal-hal kecil dalam aktivitas harian yang sering muncul, salah satunya tentang hukum mencicipi makanan saat berpuasa.
Pertanyaan ini biasanya datang dari mereka yang memasak untuk keluarga, pelaku usaha kuliner, hingga orangtua yang menyiapkan makanan untuk anak.
Apakah mencicipi masakan saat puasa diperbolehkan? Dan apakah hal tersebut bisa membatalkan puasa?
Simak hukum mencicipi makanan saat puasa, dilansir dari website resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) dalam kanal Tanya Jawab Fiqih.
Apakah Mencicipi Makanan Membatalkan Puasa?
Apa yang Sebenarnya Membatalkan Puasa?
Dalam fiqih, yang membatalkan puasa pada dasarnya adalah masuknya benda (‘ain) ke dalam rongga tubuh atau perut secara sengaja.
Hal ini menjadi batas utama dalam menentukan apakah suatu tindakan membatalkan puasa atau tidak. Karena itu, aktivitas yang tidak menyebabkan masuknya makanan atau minuman ke tenggorokan tidak otomatis membuat puasa batal.
Para ulama juga menjelaskan adanya pengecualian, seperti sesuatu yang masuk tanpa sengaja karena lupa, tidak tahu hukum, atau karena dipaksa.
Selain itu, sisa rasa makanan yang sulit dipisahkan dari air liur juga tidak termasuk hal yang membatalkan puasa. Penjelasan ini disebutkan dalam kitab Safinatun Najah yang menjadi rujukan utama dalam pembahasan fiqih puasa.
Baca Juga: Panduan Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadan, Tetap Bisa Meraih Banyak Pahala
Apakah Mencicipi Makanan Membatalkan Puasa?
Menurut mayoritas ulama mazhab Syafi’i, mencicipi makanan saat puasa tidak membatalkan puasa selama tidak ada bagian makanan yang tertelan masuk ke tenggorokan. Artinya, sekadar merasakan rasa di lidah lalu segera mengeluarkannya tidak termasuk pelanggaran puasa.
Pandangan ini juga didukung oleh riwayat dari Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa tidak masalah bagi orang berpuasa untuk mencicipi sesuatu selama tidak sampai tertelan.
Karena itu, mencicipi makanan dalam jumlah sangat kecil, misalnya untuk mengecek rasa masakan itu diperbolehkan dengan catatan dilakukan secara hati-hati.
Kapan Mencicipi Makanan Menjadi Makruh?
Meski diperbolehkan, mencicipi makanan saat puasa bisa menjadi makruh jika dilakukan tanpa kebutuhan yang jelas. Para ulama menjelaskan bahwa hal ini dikhawatirkan dapat memicu syahwat makan dan berisiko membuat makanan tidak sengaja tertelan.
Oleh karena itu, seseorang yang sebenarnya tidak memiliki keperluan mendesak sebaiknya menghindari kebiasaan mencicipi makanan saat berpuasa. Sikap hati-hati ini dianjurkan agar ibadah puasa tetap terjaga dan tidak menimbulkan keraguan selama menjalankan ibadah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi