- Karier ekowisata berfokus pada pengelolaan alam bertanggung jawab, menekankan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
- EIGER Adventure Land membuka lebih dari 150 posisi ekowisata pada IPB Career Days 2026, menarik hampir 1.000 pengunjung.
- Pentingnya karakter dan integritas ditekankan bersama kebutuhan teknis untuk menjembatani kesenjangan pendidikan dan industri.
Suara.com - Karier di industri ekowisata adalah perjalanan profesional yang berfokus pada pengelolaan destinasi dan aktivitas wisata berbasis alam secara bertanggung jawab. Tidak hanya menawarkan pengalaman petualangan, industri ini juga menekankan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta edukasi tentang konservasi.
Seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan, kebutuhan akan talenta di sektor ekowisata pun terus berkembang. Posisi yang tersedia tak lagi terbatas pada pemandu wisata atau pengelola lapangan, tetapi juga mencakup bidang manajemen operasional, pemasaran, pengembangan produk wisata, hingga pengelolaan komunitas dan keberlanjutan.
Momentum ini turut terlihat dalam ajang IPB Career Days 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Alumni Sekolah Vokasi (HA SV) melalui Alumni Career Center (ACC) pada 4–5 Februari 2026 di Graha Widya Wisuda (GWW) IPB University. Dalam kegiatan tersebut, EIGER Adventure Land membuka ruang interaksi bagi mahasiswa, alumni, dan talenta muda untuk menjajaki peluang karier bermakna di industri ekowisata dengan menyediakan lebih dari 150 posisi selama periode rekrutmen.
Antusiasme pengunjung terhadap sektor ini tergolong tinggi. Selama dua hari pelaksanaan, booth EIGER Adventure Land dikunjungi hampir 1.000 orang dan menerima lebih dari 300 lamaran secara langsung. Angka tersebut turut berkontribusi pada total sekitar 6.000 pelamar yang masuk melalui portal online selama periode rekrutmen berlangsung.
Melalui sesi job dating, sharing session, aktivitas interaktif, serta instalasi wishing tree, peserta diajak mengenal lebih dekat bagaimana industri ekowisata bekerja—tidak sekadar menawarkan petualangan, tetapi juga membangun dampak berkelanjutan melalui aktivitas berbasis alam.
Bagi pelaku industri, pengembangan talenta bukan hanya soal kompetensi teknis. Karakter dan integritas dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun organisasi yang bertanggung jawab.
“Membangun organisasi tidak hanya tentang kemampuan, tetapi juga karakter. Setiap individu yang bergabung bersama EIGER Adventure Land merepresentasikan nilai yang kami junjung dan berkontribusi dalam menghadirkan pengalaman bermakna bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Imanuel Wirajaya, Direktur Utama EIGER Adventure Land.
Di sisi lain, dunia pendidikan juga menghadapi tantangan dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri. Dekan SV IPB University, Dr. Aceng Hidayat, menyoroti masih adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
“Selain kemampuan teknis, mahasiswa perlu memiliki komunikasi, etika, dan akhlak yang baik. Karakter inilah yang menjadi pembeda dan sangat dibutuhkan di dunia kerja,” jelasnya.
Baca Juga: Bekerja Tanpa Karier: Ketika Naik Jabatan Tak Lagi Menggoda
IPB Career Days sendiri dirancang tidak hanya sebagai ajang rekrutmen, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran karier dan penguatan jejaring profesional. Direktur ACC SV IPB University, Zakky Ahmad Wahyudi, menyebut kegiatan ini menjadi jembatan antara kesiapan talenta muda dan kebutuhan industri.
“Kegiatan ini menjadi fasilitator yang menghubungkan kesiapan talenta IPB dengan kebutuhan industri. Kami berharap mahasiswa dan alumni dapat memanfaatkan momentum ini untuk memahami kebutuhan dunia kerja serta membangun karier berkelanjutan,” ujarnya.
Partisipasi dalam forum seperti ini menunjukkan bahwa industri ekowisata bukan lagi sektor alternatif, melainkan salah satu bidang strategis yang membutuhkan generasi muda dengan visi keberlanjutan. Karier di dalamnya dipandang sebagai perjalanan jangka panjang yang tidak hanya mengejar pertumbuhan profesional, tetapi juga kontribusi nyata terhadap lingkungan dan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
8 Sunscreen dengan Klaim Non-Comedogenic, Solusi Kulit Rentan Komedo dan Jerawat
-
5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 7 Juli 2026, Keberuntungan Berpihak pada Mereka
-
Masa Sulit Berakhir, 5 Shio Ini Berpeluang Hoki 7 Juli 2026
-
3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
-
Usia 40 Tahun Pakai Sunscreen SPF Berapa? Ini 8 Rekomendasi Terbaiknya
-
4 Shio Paling Hoki yang Diprediksi Cuan dan Sukses Besar pada 7 Juli 2026
-
Empat Siswa dari Wolo Raih Beasiswa ke Sekolah Unggulan, Potret Pentingnya Pemerataan Pendidikan
-
Mencukur atau Mencabut Bulu Ketiak, Mana yang Lebih Aman?
-
Seni Komunikasi di Dunia Kerja: Mengubah Obrolan Biasa Jadi Pelayanan yang Bikin Pelanggan Nyaman
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Kuliner Nusantara Kini Jadi 'Raja' di Negeri Sendiri