- Shamim Mafi ditangkap di Bandara Internasional Los Angeles pada Senin, 20 April 2026, atas dugaan perdagangan senjata ilegal.
- Tersangka diduga memfasilitasi penjualan drone dan amunisi ke Sudan melalui perusahaan Atlas International Business senilai jutaan dolar.
- Mafi terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun setelah menggunakan jalur perantara internasional untuk menghindari pengawasan otoritas Amerika Serikat.
Suara.com - Seorang warga negara Iran, Shamim Mafi ditangkap di Bandara Internasional Los Angeles, Amerika Serikat, atas dugaan terlibat dalam jaringan perdagangan senjata ke Sudan.
Penangkapan ini diumumkan oleh Departemen Kehakiman AS pada Senin (20/4/2026) waktu setempat.
Tersangka bernama Shamim Mafi (44) diduga menjadi perantara penjualan berbagai perlengkapan militer, termasuk drone, bom, sekering bom, dan jutaan amunisi.
Dilansir dari BBC, Jaksa AS, Bill Essayli, menyatakan bahwa Mafi merupakan penduduk tetap sah di Amerika Serikat sejak 2016 dan tinggal di kawasan Woodland Hills, Los Angeles.
Mafi ditangkap pada Sabtu dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara jika terbukti bersalah.
Dalam dokumen pengadilan, disebutkan bahwa Mafi bersama seorang rekan mengoperasikan perusahaan bernama Atlas International Business yang berbasis di Oman.
Perusahaan ini diduga menjadi jalur utama transaksi senjata dengan nilai pembayaran lebih dari 7 juta dolar AS sepanjang 2025.
Lantas siapa Shamim Mafi?
Dilansir dari Open The Magazine, Mafi diketahui meninggalkan Iran pada 2013 dan memperoleh izin tinggal tetap di Amerika Serikat pada 2016.
Baca Juga: Panas di Selat Hormuz, Iran Temui Rusia, Apa Hasilnya?
Mafi menetap di kawasan elite Woodland Hills, Los Angeles, dengan gaya hidup mewah yang kerap dipamerkan di media sosial.
Menurut dokumen pengadilan, Mafi dituding memfasilitasi penjualan drone tempur, bom, sekering bom, hingga jutaan amunisi ke militer Sudan.
Salah satu transaksi mencakup pengiriman 55.000 sekering bom, sementara kontrak lain disebut bernilai 70 juta dolar AS untuk drone bersenjata Mohajer-6.
Untuk menghindari sanksi internasional, Mafi diduga menggunakan jalur perantara di Turki dan Uni Emirat Arab.
Skema ini dilakukan untuk menyamarkan aliran transaksi dan menghindari pengawasan otoritas Amerika Serikat.
Motif di balik aksinya juga menjadi sorotan.
Mafi disebut terpaksa menjalankan operasi tersebut setelah aset warisan keluarganya di Iran disita, meski Mafi membantah semua tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Berita Terkait
-
Panas di Selat Hormuz, Iran Temui Rusia, Apa Hasilnya?
-
Operasi Epic Fury Lawan Iran Telan Ratusan Korban Prajurit Amerika Serikat yang Terluka dan Tewas
-
1200 Jam Internet Mati Total, Warga Iran Putar Otak Gunakan VPN hingga Pakai Cara Ini
-
China Kasih Paham Dampak Paling Buruk Konflik di Selat Hormuz Berkepanjangan
-
Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan