- KERIS menyatakan tidak ada lokasi di dunia yang sepenuhnya aman jika terjadi konflik global berskala besar.
- Posisi strategis Indonesia sebagai jalur perdagangan vital membuatnya rentan terhadap perhitungan kepentingan geopolitik kekuatan besar.
- Dampak rambatan konflik global terbukti menyebabkan kenaikan harga pangan dan gangguan rantai pasok di dalam negeri.
Suara.com - Isu tentang negara mana yang paling aman jika Perang Dunia III pecah kembali ramai dibicarakan. Beberapa daftar di media bahkan menyebut Indonesia sebagai salah satu wilayah yang relatif aman karena menganut politik luar negeri bebas aktif dan tidak terlibat dalam blok kekuatan besar. Namun, benarkah demikian?
Menurut penjelasan dari Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (KERIS), tidak ada satu pun tempat di dunia yang benar-benar aman jika konflik global berskala besar benar-benar terjadi.
Anggapan bahwa Indonesia aman dinilai sebagai ilusi yang bisa runtuh sewaktu-waktu ketika perang sudah pecah. Berikut penjelasan dari Lembaga KERIS yang dikutip dari sosial medianya.
Netral Bukan Berarti Kebal
Indonesia memang konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif, tidak berpihak pada kekuatan global mana pun. Secara teori, posisi ini membuat Indonesia tidak menjadi target langsung dalam rivalitas militer antarnegara besar.
Namun, dalam perang dunia, batas geografis dan sikap netral tidak selalu menjadi jaminan perlindungan. Dalam konflik besar, pertimbangan strategis sering kali lebih dominan dibanding pertimbangan diplomatik.
Indonesia memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Letaknya berada di persilangan jalur perdagangan dunia, di antara Samudra Hindia dan Pasifik, serta diapit oleh berbagai kepentingan geopolitik besar di kawasan Asia dan Australia.
Posisi ini menjadikan Indonesia kerap dipandang sebagai buffer state, wilayah penyangga di antara kepentingan kekuatan besar.
Artinya, meskipun tidak terlibat langsung dalam perang, Indonesia tetap berpotensi masuk dalam perhitungan strategis pihak-pihak yang berkonflik.
Baca Juga: Benarkah Indonesia Setara Swiss, Aman dari Perang Dunia Ketiga?
Dampak Rambatan Sudah Terlihat
Kita sebenarnya sudah merasakan bagaimana konflik global berdampak langsung ke dalam negeri. Perang antara Rusia dan Ukraina misalnya, menyebabkan lonjakan harga gandum dan pupuk yang berimbas pada kenaikan harga pangan di Indonesia.
Gangguan keamanan di Laut Merah beberapa waktu lalu juga memengaruhi rantai pasok global. Kapal-kapal pengangkut barang harus memutar jalur, meningkatkan biaya operasional, dan akhirnya berdampak pada kenaikan harga barang di dalam negeri.
Jika konflik regional saja sudah menimbulkan efek signifikan, maka skenario Perang Dunia III terlebih dengan kemungkinan penggunaan senjata nuklir, tentu akan menimbulkan dampak yang jauh lebih luas dan sulit dikendalikan.
Kerentanan Negara Maritim
Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Sekitar 90 persen perdagangan dunia diangkut melalui jalur laut. Perairan Indonesia, melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), menjadi salah satu jalur penting dalam arus perdagangan global dengan kontribusi signifikan terhadap lalu lintas pelayaran internasional.
Berita Terkait
-
20 Rekomendasi Film dan Serial Perang Iran vs AS-Israel, Ada Homeland
-
40 Anak Tewas di Minab Akibat Serangan: Cerita Warga Iran saat Serangan
-
Benarkah Indonesia Setara Swiss, Aman dari Perang Dunia Ketiga?
-
Kesaksian Warga & Turis Saat Serangan Iran ke UEA: Ini Bukan Dubai
-
Dunia Memanas: Rusia, China, dan Korea Utara Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
7 Aturan Menata Meja Makan Menurut Feng Shui, Menarik Rezeki dan Keluarga Makin Harmonis
-
8 Rekomendasi Tone Up Cream dan Sunscreen untuk Wajah Tampak Cerah Seketika
-
4 Air Cooler Midea Termurah yang Hemat Konsumsi Listrik dan Tidak Bising
-
5 Zodiak yang Paling Tenang saat Situasi Genting, Jago Menghadapi Tekanan
-
Plisket Kembali Digandrungi Gen Z, Begini Tips Padupadan agar Tetap Stylish
-
Sunscreen Paling Murah Merek Apa? Ini 3 Pilihan Rp20 Ribuan, Sudah BPOM, dan Dipuji Bagus
-
Berapa Harga Langganan Strava Premium? Kini Kena Pajak 11%
-
Tak Perlu Bongkar Dinding! Ini 4 AC Portable 1 PK Review Terbaik yang Dinginnya Semriwing
-
4 Shio Bernasib Baik Hari Ini 4 Juli 2026, Masa Sulit Mulai Berlalu
-
7 Tanaman Pembawa Hoki di Ruang Tamu Menurut Feng Shui, Bikin Rumah Terasa Lebih Segar dan Estetik