Lifestyle / Komunitas
Selasa, 03 Maret 2026 | 16:59 WIB
Ilustrasi beli rumah. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Agen properti membantu pembeli menentukan harga wajar properti berdasarkan data pembanding dan tren kawasan.
  • Agen berperan profesional dalam negosiasi harga serta memitigasi risiko masalah administrasi dan legalitas properti.
  • Di pasar properti selektif 2026, agen memberikan perspektif jangka panjang terkait investasi dan potensi pengembangan kawasan.

Apakah kawasan tersebut akan berkembang? Bagaimana akses transportasinya lima tahun ke depan? Apakah cocok untuk disewakan jika suatu saat dibutuhkan?

Pertanyaan-pertanyaan ini membutuhkan perspektif yang lebih luas. Agen properti berperan sebagai mitra yang membantu memetakan kemungkinan tersebut, bukan sekadar menawarkan listing.

Agen Properti di Tengah Pasar yang Semakin Selektif

Memasuki 2026, pasar properti Indonesia bergerak dalam fase penyesuaian. Konsumen semakin rasional dan berhati-hati, baik di sektor residensial maupun komersial.

“Memasuki 2026, pasar properti Indonesia bergerak dalam fase penyesuaian yang lebih selektif. Konsumen kini semakin rasional dan berhati-hati dalam mengambil keputusan,” ujar Johann Boyke Nurtanio, Country Director Ray White Indonesia.

Menurutnya, dalam kondisi seperti ini, peran agen menjadi semakin penting untuk memberikan panduan yang akurat, transparan, dan berbasis kebutuhan klien.

“Properti tidak lagi dipandang semata sebagai aset fisik, melainkan sebagai bagian dari perencanaan hidup, gaya hidup, dan strategi investasi jangka panjang,” lanjut Johann.

Konsistensi Layanan Jadi Pembeda

Di tengah kebutuhan akan pendampingan profesional, jaringan agen dengan sistem yang terstruktur menjadi nilai tambah tersendiri. Salah satu yang mencatatkan konsistensi tersebut adalah Ray White Indonesia.

Baca Juga: SIG Pasok 36 Ribu Bata Interlock Untuk Percepat Huntap Sumbar

Pada 14 Februari 2026, Ray White Indonesia menerima TOP Franchise Platinum Award 2026 dan Franchise of the Year Award 2026, yang diberikan atas konsistensi brand dalam menjaga reputasi, pertumbuhan jaringan yang sehat, serta inovasi layanan selama lima tahun berturut-turut.

Tak hanya itu, Ray White Indonesia juga meraih Indonesia Digital Popular Brand Award 2026 kategori Broker Properti dengan skor 10,20 persen berdasarkan Indonesia Digital Popular Brand Index 2026—mencerminkan kekuatan brand dan engagement di ranah digital.

Saat ini, Ray White Indonesia telah memiliki lebih dari 175 kantor cabang di 25 kota besar dengan sekitar 4.000 marketing executive. Pada kesempatan yang sama, jaringan ini juga meresmikan kantor baru Ray White Bandung Mekar Wangi sebagai bagian dari ekspansi strategis di wilayah Bandung dan sekitarnya.

“Didukung oleh pengembangan infrastruktur dan pertumbuhan kawasan bisnis, pasar properti Indonesia memiliki fundamental yang tetap solid. Ray White Indonesia berfokus untuk memastikan setiap transaksi berjalan profesional, aman, dan memberikan nilai jangka panjang bagi klien,” tutup Johann.

Load More