Bisnis / Properti
Rabu, 25 Februari 2026 | 08:14 WIB
Ilustrasi. Data terbaru menunjukkan bahwa Tangerang kini telah menjadi "kiblat baru" bagi sektor properti mewah dan menengah atas, meninggalkan kawasan penyangga lainnya. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Tangerang sumbang 55% pasokan residensial baru di Jabodetabek akhir 2025.
  • Produk komersial Paramount Land ludes terjual dengan permintaan naik 5 kali lipat.
  • Strategi City Within Reach jadikan Gading Serpong pusat bisnis & gaya hidup urban.

Suara.com - Peta hunian kelas atas di Jabodetabek sedang mengalami pergeseran besar. Bukan lagi sekadar melirik pusat Jakarta atau kawasan mapan di Jakarta Selatan, para "crazy rich" dan kaum urban mapan kini berbondong-bondong mengalihkan investasinya ke arah barat, tepatnya ke Tangerang Raya.

Fenomena perpindahan ini bukan tanpa alasan. Data terbaru menunjukkan bahwa Tangerang kini telah menjadi "kiblat baru" bagi sektor properti mewah dan menengah atas, meninggalkan kawasan penyangga lainnya.

Berdasarkan laporan Cushman & Wakefield, Tangerang tercatat menyumbang sekitar 55 persen dari total 4.500 unit residensial baru di wilayah Jabodetabek-Karawang pada paruh kedua 2025. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa permintaan pasar lebih banyak terserap di wilayah ini dibandingkan Bekasi, Depok, maupun Bogor.

Geliat ini kian bertenaga berkat kebijakan makroekonomi yang mendukung. Pemangkasan suku bunga Bank Indonesia menjadi 4,75 persen serta perpanjangan insentif PPN DTP 100 persen dari pemerintah menjadi katalisator utama bagi konsumen di segmen atas untuk segera mengamankan unit hunian mereka.

Laporan Indonesia Property Watch turut memperkuat tren ini dengan mencatat kenaikan penjualan rumah di Tangerang sebesar 11,1 persen pada kuartal IV-2025. Menariknya, pergeseran minat pasar kini menyasar segmen yang lebih tinggi.

"Hunian di rentang harga Rp 800 juta hingga Rp 5 miliar menjadi primadona. Ini menandakan daya beli masyarakat di Tangerang masih sangat solid, bahkan cenderung naik ke segmen premium," tulis laporan tersebut.

Di tengah kompetisi tersebut, Paramount Gading Serpong muncul sebagai salah satu kawasan paling kompetitif dengan pertumbuhan yang sangat progresif. Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, menyatakan bahwa daya tarik kawasan ini tidak hanya terletak pada huniannya yang eksklusif, tetapi juga pada ekosistem area komersial yang masif, terutama di sisi selatan Gading Serpong yang kini menjadi pusat perhatian.

"Kawasan seperti Maggiore, Pisa Grande, hingga Manhattan District telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas urban yang hidup. Sebagai bukti nyata, Grand Boulevard Aniva Studio Loft ludes terjual dalam lima tahap pra-NUP, dan Maggiore Fresh Market bahkan mencatat permintaan hingga lima kali lipat dari ketersediaan unit," ujar Chrissandy dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

Kini, Paramount Gading Serpong memantapkan posisinya dengan mengusung filosofi ‘City Within Reach’ melalui kampanye ‘Everything is Here’. Konsep ini memastikan setiap penghuni dan pelaku usaha dapat beraktivitas dalam satu ekosistem yang terkoneksi sempurna, menjadikannya destinasi regional bagi masyarakat Jabodetabek hingga luar Pulau Jawa.

Baca Juga: Program Gentengisasi Mulai Masuk Kawasan Menteng, Sasar 52 Rumah

Data internal menunjukkan intensitas aktivitas yang sangat tinggi, di mana boulevard utama dilalui sekitar 15.000 kendaraan per jam pada jam sibuk. "Kami secara konsisten membangun ekosistem bisnis terbaik dengan menghadirkan anchor tenant yang dikurasi khusus untuk memastikan kawasan ini selalu ramai dan tumbuh dalam jangka panjang," pungkas Chrissandy.

Load More