- Aktor Akhmad Fadli menekankan bahwa perlindungan finansial adalah bentuk kasih sayang orang tua untuk keluarga.
- Perubahan pandangan Fadli terhadap asuransi terjadi seiring pemahaman meningkat terhadap perencanaan keuangan.
- Generali Indonesia meluncurkan produk asuransi syariah baru di Jakarta pada 3 Maret 2026.
Suara.com - Bagi seorang ayah dengan lima anak, masa depan bukan hanya tentang hari ini. Ada tanggung jawab besar untuk memastikan keluarga tetap terlindungi dalam berbagai situasi.
Prinsip itulah yang dipegang oleh aktor dan presenter Akhmad Fadli, yang percaya bahwa perencanaan keuangan adalah bagian dari bentuk kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya.
Fadli menyebut dirinya sebagai tipe orang yang selalu ingin bersiap sebelum sesuatu terjadi. Baginya, perlindungan finansial adalah langkah realistis untuk memastikan keluarga tetap aman, bahkan jika situasi tak terduga datang.
“Benefitnya banyak banget sih. Asuransi kan banyak jenisnya. Kalau ini kita bicara bagaimana sebagai orang tua kita bisa ngasih sesuatu buat anak-anak, supaya jangan sampai anak kita kesulitan secara ekonomi,” ujar Fadli.
Ia menilai tanggung jawab orang tua tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mempersiapkan masa depan anak-anak dengan berbagai cara—mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan finansial.
“Sebagai orang tua kita kan nyiapin macam-macam: pendidikan, kesehatan, semuanya. Kalau gue tipikal orang yang sedia payung sebelum hujan. Bukan berarti mendahului takdir Allah, tapi lebih baik segala sesuatunya sudah gue siapkan,” lanjutnya.
Menurut Fadli, kesiapan finansial juga penting agar anak-anak tidak terbebani jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Kalau sampai ada apa-apa, gue nggak mau nyusahin anak-anak gue. Pada saat anak gue sakit atau ada apa-apa, gue juga nggak mau nyusahin diri gue sendiri. Jadi lebih baik well prepared,” katanya.
Dari Takut Asuransi Jadi Mencari Perlindungan
Baca Juga: Sambut Hari Raya dengan Suasana Baru: Tren Hunian Compact dan Multifungsi Kian Diminati
Fadli mengakui, dulu ia sempat merasa ragu ketika mendengar kata asuransi. Bahkan, seperti banyak orang, ia cenderung menghindar ketika ditawari produk perlindungan.
Namun seiring meningkatnya pemahaman tentang pentingnya perencanaan keuangan, pandangannya berubah.
“Kalau dulu kita takut. Ada orang asuransi datang, kita kabur. Sekarang justru kebalik, kita yang cari asuransi yang cocok dengan kebutuhan kita. Karena sekarang kita sudah lebih melek,” ungkapnya.
Perubahan cara pandang ini juga semakin relevan di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu pasti.
Tekanan Biaya Hidup dan Pentingnya Proteksi
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan standar hidup layak nasional meningkat 3,71% pada 2024 dan terus mengalami tren kenaikan sejak 2022. Tekanan harga juga masih terasa, dengan inflasi pangan mencapai 4,58% pada 2025.
Secara umum, inflasi tercatat 2,92% pada Desember 2025 dan naik menjadi 3,55% pada Januari 2026. Proyeksi berbagai lembaga internasional bahkan memperkirakan inflasi Indonesia akan berada di kisaran 2–2,5% hingga 2030.
Artinya, biaya hidup berpotensi terus meningkat dalam jangka panjang. Dalam situasi seperti ini, instrumen keuangan yang mampu memberikan perlindungan sekaligus perencanaan jangka panjang menjadi semakin penting.
Di tengah tantangan tersebut, sektor keuangan syariah di Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Otoritas Jasa Keuangan mencatat industri jasa keuangan syariah tumbuh sepanjang 2025, termasuk aset asuransi syariah yang terus meningkat.
Meski begitu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan masih ada kesenjangan antara pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk syariah. Tingkat literasi keuangan syariah mencapai 43,42%, sementara inklusinya baru 13,41%.
Potensi besar juga datang dari wakaf uang. Badan Wakaf Indonesia memperkirakan potensi wakaf uang nasional mencapai Rp181 triliun per tahun. Namun realisasi penghimpunannya baru sekitar Rp3,5 triliun atau kurang dari 2% dari total potensi tersebut.
Perlindungan Syariah yang Bertumbuh
Melihat kondisi tersebut, Generali Indonesia menghadirkan produk perlindungan jiwa berbasis syariah, GEN Syariah Perlindungan Aman, yang diluncurkan pada 3 Maret 2026 di Jakarta.
President Director & CEO Generali Indonesia, Rebecca Tan, menjelaskan bahwa produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin perlindungan finansial sekaligus tetap selaras dengan prinsip syariah.
“Di saat potensi semakin tingginya biaya hidup, masyarakat membutuhkan perlindungan yang fleksibel dan adaptif untuk menjawab tantangan ini. Oleh karena itu Generali Indonesia menghadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman untuk memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki perlindungan yang kuat secara finansial dan selaras dengan prinsip syariah,” ujar Rebecca.
Ia menambahkan bahwa perlindungan ini tidak hanya memberikan keamanan finansial, tetapi juga membuka kesempatan untuk berbagi.
“Kami ingin setiap keluarga memiliki peace of mind dalam menjalani kehidupan, ibadah, sekaligus bisa berbagi untuk kebermanfaatan bagi banyak orang,” katanya.
Produk ini memberikan manfaat santunan asuransi atau warisan yang dapat bertumbuh hingga 250% dan meningkat setiap lima tahun selama masa perlindungan.
Selain itu, terdapat manfaat tambahan hingga 110% jika peserta meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji atau umrah.
Salah satu fitur unik dalam produk ini adalah adanya fasilitas wakaf. Melalui kerja sama dengan Dompet Dhuafa, kontribusi wakaf dari nasabah akan disalurkan kepada lembaga pengelola wakaf resmi.
Direktur Lembaga Pengembangan dan Investasi Wakaf Dompet Dhuafa, Prima Hadi Putra, menilai kolaborasi seperti ini membuka peluang besar untuk memperluas manfaat wakaf di masyarakat.
Dengan skema tersebut, perlindungan finansial tidak hanya memberikan keamanan bagi keluarga, tetapi juga memungkinkan nasabah berkontribusi pada kebermanfaatan sosial yang lebih luas.
Perlindungan untuk Masa Depan
Bagi Fadli, konsep perlindungan seperti ini sejalan dengan prinsip yang ia pegang sebagai seorang ayah.
Ia percaya bahwa mempersiapkan masa depan bukan berarti meragukan takdir, melainkan bentuk tanggung jawab.
“Bukan berarti kita mendahului takdir Allah. Tapi kita sebagai orang tua harus mempersiapkan yang terbaik untuk keluarga,” ujarnya.
Dengan prinsip “sedia payung sebelum hujan”, Fadli berharap anak-anaknya dapat tumbuh dengan rasa aman, mengetahui bahwa orang tua mereka telah memikirkan masa depan mereka jauh sebelum badai datang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
6 Sepatu Lari Asics Diskon Besar di Planet Sports, Harga Mulai Ratusan Ribu
-
Promo Indomaret Hemat Minggu Ini 5-11 Maret 2026, Banyak Diskon Minyak Goreng
-
Jejak Asri Jadi Ruang Berbagi Inspirasi Lingkungan, Dari Kebiasaan Kecil Hingga Aksi Nyata
-
5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik pada 5 Maret 2026, Kamu Termasuk?
-
BHR 2026 Ojol dan Kurir Kapan Cair? Cek Jadwal Beserta Nominalnya
-
Sekarang Puasa Ramadan Hari Ke Berapa? Bersiap Sambut Kemenangan Lebaran Sebentar Lagi!
-
Update Harga BBM Hari Ini, Ada Kenaikan Imbas Perang AS-Iran?
-
Terpopuler: Golongan Pekerja yang Berhak Dapat THR, Syarat BHR untuk Ojol
-
Kapan Musim Hujan 2026 Berakhir? Simak Prakiraan Cuaca BMKG
-
Cek 5 Ide Aktivitas Ngabuburit Bareng Keluarga