Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:48 WIB
Warga menukarkan uang di Layanan Mobil Kas Keliling Bank Indonesia di Kompleks Masjid Al-Azhar, Jakarta, Rabu (5/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Kelemahannya hanya satu, yakni ketersediaan mesin ATM jenis ini masih terbatas di kota-kota besar.

Alhasil, perlu dilakukan pengecekan lokasi terlebih dahulu melalui aplikasi mobile banking atau situs resmi bank terkait.

2. Datang Langsung ke Bank Umum

Kantor cabang BNI di Jakarta Pusat. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Opsi selanjuntya adalah dengan melakukan penukaran uang ke kantor cabang bank umum yang berada di area pusat bisnis atau Kantor Cabang Utama (KCU).

Bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, BNI, dan bank lainnya biasanya mendapatkan alokasi uang baru dari Bank Indonesia untuk disalurkan kepada nasabah mereka.

Kantor-kantor besar ini biasanya memiliki plafon atau jatah uang baru yang lebih stabil dan besar dibandingkan kantor kas atau unit kecil di pinggiran kota.

Jika satu cabang mengonfirmasi bahwa stok mereka habis, jangan ragu untuk berpindah ke cabang lain di wilayah yang berbeda.

Lakukan koordinasi singkat dengan menelepon layanan pelanggan bank sebelum berangkat untuk menghemat waktu dan tenaga.

Keunggulan datang langsung ke bank umum

Adapun dengan mendatangi kantor yang lebih besar, peluang untuk mendapatkan uang pecahan yang lengkap (mulai dari Rp1.000 hingga Rp20.000) biasanya jauh lebih tinggi.

Baca Juga: Tarik Uang Rp20 Ribu di ATM Mandiri Maksimal Berapa? Ini Daftar Lokasinya di Jakarta dan Bekasi

Selain itu, keunggulan utama metode ini adalah tidak diperlukannya pendaftaran atau reservasi jadwal melalui situs web.

Masyarakat cukup datang ke lokasi, mengambil nomor antrean untuk layanan teller, dan sampaikan tujuan untuk menukarkan uang.

Namun, perlu diperhatikan bahwa setiap kantor cabang memiliki kebijakan internal masing-masing mengenai kuota harian.

Karena stok uang baru tidak tak terbatas, sangat disarankan untuk tiba di lokasi lebih awal, bahkan sebelum jam operasional bank dimulai

Kontributor : Armand Ilham

Load More