Untuk tahun ini, Kementerian Agama RI akan menggelar sidang Isbat penetapan Lebaran 2026 pada 19 Maret 2026.
Bagaimana Proses Sidang Isbat?
Sidang isbat memiliki beberapa tahapan sebelum keputusan diumumkan kepada masyarakat. Prosesnya biasanya meliputi:
1. Pemaparan Data Astronomi: Para ahli mempresentasikan hasil perhitungan posisi bulan (hilal) berdasarkan data astronomi.
2. Verifikasi Hasil Rukyatul Hilal: Tim pemantau hilal di berbagai wilayah Indonesia melaporkan apakah bulan sabit pertama terlihat atau tidak.
3. Musyawarah dan Pengambilan Keputusan: Semua pihak yang hadir dalam sidang melakukan musyawarah untuk menentukan awal bulan Syawal.
4. Pengumuman Resmi: Hasil sidang isbat kemudian diumumkan oleh Menteri Agama melalui konferensi pers dan disiarkan ke publik.
Metode ini dilakukan untuk menjaga keseragaman dan kebersamaan umat Islam di Indonesia dalam menjalankan ibadah.
Mengapa Tanggal Lebaran Bisa Berbeda?
Sebagian masyarakat sering bertanya mengapa tanggal Lebaran kadang berbeda antara organisasi Islam dan pemerintah. Hal ini terjadi karena adanya dua metode utama dalam menentukan awal bulan Hijriah:
- Metode Hisab: Metode ini menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan secara matematis. Muhammadiyah biasanya menggunakan metode ini sehingga tanggal hari raya dapat diketahui jauh hari sebelumnya.
- Metode Rukyat: Metode ini mengandalkan pengamatan langsung terhadap hilal di akhir bulan Ramadan. Pemerintah Indonesia menggunakan metode gabungan hisab dan rukyat yang kemudian dibahas dalam sidang isbat.
Perbedaan metode inilah yang kadang membuat Lebaran bisa berbeda satu hari.
Baca Juga: Masuk Sekolah Setelah Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Resminya
Jadwal Perkiraan Libur Lebaran 2026
Selain tanggal Lebaran, masyarakat juga biasanya menantikan jadwal libur nasional dan cuti bersama. Berdasarkan kalender nasional dan SKB tiga menteri, berikut perkiraan jadwal libur Idulfitri 2026:
- 20 Maret 2026: Cuti bersama
- 21–22 Maret 2026: Libur nasional Idulfitri 1447 H
- 23–24 Maret 2026: Cuti bersama tambahan
Dengan jadwal tersebut, masyarakat berpotensi menikmati libur panjang untuk mudik dan berkumpul bersama keluarga.
Dengan mengetahui perkiraan tanggal Lebaran sejak awal, masyarakat dapat mempersiapkan berbagai hal lebih matang, mulai dari ibadah, mudik, hingga rencana berkumpul bersama keluarga di hari yang penuh kemenangan.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
IEMF 2026 Dorong Do Good Marketing Jadi Strategi Indonesia Memimpin Ekosistem Bisnis Islam Global
-
Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadan, Ratusan Paket Makanan Disalurkan di Muara Baru Jakarta
-
Persiapan Lebaran, Viva Queen Luncurkan Dua Facial Foam untuk Kulit Bersih dan Glowing
-
Ramadan, Imlek hingga Nyepi Bertemu, Ada Festival Lintas Budaya yang Meriah dan Inklusif di Sini
-
Minat Studi ke Inggris Meningkat, Study UK Kenalkan Peluang Pendidikan Global Lewat MRT Jakarta
-
Apakah THR Kena Pajak? Begini Aturan Resmi dan Mekanisme Perhitungannya
-
Mudik Gratis Jateng Kapan? Ini Jadwal Resmi dan Syarat Pendaftarannya
-
Self Reward, Yuk! Inilah Destinasi yang Punya Fasilitas Spa Kelas Dunia
-
Jangan Sampai Salah, Ini Waktu yang Haram untuk Bayar Zakat Fitrah
-
Apa Saja yang Dilakukan saat Iktikaf? Panduan Amalan Ibadah di Masjid