Lifestyle / Komunitas
Senin, 09 Maret 2026 | 21:32 WIB
Ciri ciri malam Lailatul Qadar menurut Al Quran (freepik)

2. Suasana Malam Terasa Tenang dan Damai

Salah satu tanda yang sering disebutkan adalah suasana malam yang terasa sangat tenang dan menenangkan. Pada malam tersebut, suasana alam terasa lebih damai dibandingkan malam biasanya. Bahkan sebagian orang merasakan ketenangan hati yang lebih dalam saat beribadah.

Ketenangan ini dipercaya terjadi karena banyak malaikat yang turun ke bumi membawa rahmat bagi orang-orang yang beribadah.

3. Langit Terlihat Cerah

Ciri lain dari malam Lailatul Qadar adalah kondisi langit yang tampak cerah dan bersih. Langit biasanya terlihat jernih tanpa awan tebal. Suasana malam pun terasa nyaman sehingga mendukung orang yang ingin beribadah.

4. Udara Tidak Terlalu Panas dan Tidak Terlalu Dingin

Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki suhu udara yang sejuk dan stabil. Udara pada malam tersebut tidak terasa panas maupun dingin. Kondisi ini membuat ibadah terasa lebih nyaman dan khusyuk.

5. Angin Berhembus Lembut

Sebagian ulama menjelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar angin berhembus dengan lembut. Hembusan angin yang menenangkan ini menambah suasana damai pada malam penuh keberkahan tersebut.

Baca Juga: Makna Malam Lailatul Qadar: Malam Penuh Kemuliaan yang Dinanti Umat Islam

6. Suasana Alam Terasa Hening

Banyak orang juga merasakan suasana malam yang lebih hening dibandingkan malam biasanya. Suara-suara alam seperti hewan malam terkadang terdengar lebih sedikit sehingga suasana terasa lebih tenang.

7. Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut

Salah satu tanda yang sering disebut dalam hadis adalah kondisi matahari pada pagi hari setelah Lailatul Qadar. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa matahari terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak terlalu menyilaukan. Matahari terlihat lebih redup dan sinarnya tidak terasa menyengat seperti biasanya.

8. Langit Pagi Berwarna Kemerahan

Selain cahaya matahari yang lembut, sebagian riwayat juga menyebutkan bahwa langit pada pagi hari tampak kemerahan. Fenomena ini sering dianggap sebagai salah satu tanda setelah terjadinya malam Lailatul Qadar.

9. Hati Terasa Lebih Tenang Saat Beribadah

Selain tanda-tanda alam, ciri lainnya juga dapat dirasakan secara batin. Orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar sering merasakan ketenangan hati, kekhusyukan dalam ibadah, serta kedekatan dengan Allah SWT.

Cara Meraih Malam Lailatul Qadar

Karena waktu pastinya tidak diketahui, Rasulullah SAW mencontohkan untuk meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam-malam tersebut. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain:

1. Memperbanyak Salat Malam

Salat tahajud menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar. Minimal dilakukan dua rakaat, tetapi bisa lebih banyak sesuai kemampuan.

2. Membaca Al-Qur’an

Mengisi malam dengan membaca Al-Qur’an merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena pada malam inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan.

3. Memperbanyak Doa dan Dzikir

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika mencari Lailatul Qadar adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni.”

Artinya:

“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

4. Menghidupkan Malam dengan Ibadah

Rasulullah SAW juga mencontohkan untuk menghidupkan malam dengan berbagai ibadah seperti berdzikir, berdoa, dan memperbanyak amal kebaikan. Beliau bahkan membangunkan keluarganya agar ikut beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Demikianlah penjelasan lengkap terkait ciri-ciri malam Lailatul Qadar menurut Al Quran yang memberikan gambaran tentang keistimewaan malam tersebut.

Namun, waktu pastinya tetap dirahasiakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya menunggu tanda-tandanya, tetapi memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Load More