- Ketua Umum Bahlil Lahadalia menegaskan keadilan ekonomi sejalan dengan amanat konstitusi dan Al-Quran.
- Bahlil menyampaikan hal ini saat peringatan Malam Nuzulul Quran di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
- Prinsip Al-Quran melarang monopoli ekonomi, sejalan dengan semangat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Suara.com - Ketua Umum Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa prinsip keadilan ekonomi dan pemerataan kekayaan bukan hanya amanat konstitusi Indonesia, tetapi juga perintah tegas dalam Al-Quran.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Malam Nuzulul Quran di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Dalam sambutannya, Bahlil mengutip Al-Quran Surat Al-Hasyr ayat 7 yang menekankan agar harta tidak hanya berputar di kalangan orang-orang kaya saja. Menurutnya, pesan moral tersebut sangat relevan untuk memastikan sumber daya bangsa tidak terkonsentrasi pada segelintir pihak.
"Al-Quran memberikan prinsip keadilan sosial dalam kehidupan ekonomi. Prinsip ini mengandung pesan moral bahwa kekayaan dan sumber daya tidak boleh terkonsentrasi pada segelintir pihak, melainkan harus dikelola dan didistribusikan secara adil agar memberi manfaat bagi seluruh masyarakat," ujar Bahlil.
Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral itu menjelaskan bahwa larangan terhadap monopoli ekonomi telah diisyaratkan dalam Al-Quran jauh sebelum konstitusi negara terbentuk. Ia menilai terdapat hubungan yang erat antara nilai-nilai agama dan landasan hukum di Indonesia.
"Jadi memang ketika ada gap ekonomi yang tinggi, ini juga Al-Quran mengisyaratkan, memerintahkan, bahwa sesungguhnya monopoli ekonomi itu tidak boleh terjadi. Ternyata di Al-Quran juga memerintahkan bahwa kekayaan itu tidak boleh dimiliki oleh sekelompok orang. Harus berbagi rata, dan itu menjadi penegasan dan sejalan dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar '45," tuturnya.
Bahlil menambahkan bahwa Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur perekonomian sebagai usaha bersama serta penguasaan cabang produksi penting oleh negara untuk kemakmuran rakyat merupakan “intisari” dari ajaran Al-Quran.
"Ini sangat relevan bahwa makna Pasal 33 UUD '45 tidak hanya dimaknai sebagai bagian narasi akademik konstitusi, tapi sesungguhnya dia merupakan bagian intisari dari apa yang ada dalam Al-Quran itu sendiri," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan nasional tidak boleh hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga harus memastikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat.
Baca Juga: Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
"Nilai Al-Quran dan konstitusi kita sama-sama menegaskan pentingnya keadilan ekonomi agar pembangunan nasional tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tapi juga memastikan kesejahteraan yang dirasakan secara luas oleh seluruh rakyat Indonesia," lanjutnya.
Menutup sambutannya, Bahlil mengingatkan bahwa partai politik merupakan alat untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Ia memastikan Partai Golkar akan terus berjuang di garis depan untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa sebagaimana tercermin dalam Pancasila dan UUD 1945.
Berita Terkait
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Pesan Bahlil di Malam Nuzulul Quran: Bukan Alat Politik, Kekuasaan Adalah Instrumen Pengabdian
-
Pernyataan Bahlil Picu Panic Buying, Legislator PKB Desak Pertamina Jelaskan Soal Cadangan BBM
-
Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, ESDM Buru-buru Redam Panic Buying: Jangan Menimbun!
-
Bahlil Punya Tugas Baru, Pimpin Satgas Transisi Energi: Kejar Target 120 Juta Motor Listrik
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih
-
Gus Ipul Apresiasi Komitmen Pemprov Sulteng dalam Pengembangan Sekolah Rakyat
-
Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi
-
Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni
-
Baleg DPR Sepakat RUU PPRT Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan
-
Irvian Bobby Sultan Kemnaker Sebut Noel Minta Rp3 Miliar Pakai Kode '3 Meter'
-
Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman
-
Bakal Diambil Keputusan Tingkat I Malam Ini, Berikut 12 Poin Substansi RUU PPRT
-
Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual
-
Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau