Suara.com - Di antara banyaknya malam di bulan Ramadan, ada satu malam yang memiliki kemuliaan luar biasa, yaitu malam Lailatul Qadar.
Malam ini disebut sebagai malam yang penuh keberkahan dan memiliki nilai ibadah yang sangat besar. Tidak heran jika umat Islam berlomba-lomba memperbanyak ibadah untuk meraihnya. Lantas, bagaimana ciri ciri malam Lailatul Qadar menurut Al Quran?
Meski waktu pastinya dirahasiakan, Al-Qur’an dan hadis memberikan beberapa petunjuk yang bisa menjadi tanda datangnya malam penuh keberkahan itu.
Lalu, apa saja ciri-ciri malam Lailatul Qadar dan bagaimana cara meraihnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, seperti dikutip dari NU Online dan sumber lainnya.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Allah SWT menjelaskan keistimewaan malam ini dalam Surah Al-Qadr. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan.
Salah satu ayatnya berbunyi:
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Ayat ini menunjukkan bahwa satu malam Lailatul Qadar memiliki nilai ibadah yang sangat besar. Amal kebaikan yang dilakukan pada malam tersebut bisa bernilai seperti ibadah selama puluhan tahun.
Selain itu, Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa pada malam tersebut para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan ketetapan Allah.
Baca Juga: Makna Malam Lailatul Qadar: Malam Penuh Kemuliaan yang Dinanti Umat Islam
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al-Qadr: 4)
Malam ini juga digambarkan sebagai malam yang penuh kedamaian hingga terbitnya fajar.
Ciri Ciri Malam Lailatul Qadar
Walaupun waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak diketahui, Rasulullah SAW memberikan beberapa tanda yang bisa menjadi petunjuk datangnya malam istimewa tersebut. Berikut beberapa ciri-cirinya:
1. Terjadi pada Malam Ganjil di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam ganjil. Malam yang dimaksud biasanya adalah malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.
Karena tidak diketahui secara pasti malam mana yang menjadi Lailatul Qadar, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada seluruh sepuluh malam terakhir.
2. Suasana Malam Terasa Tenang dan Damai
Salah satu tanda yang sering disebutkan adalah suasana malam yang terasa sangat tenang dan menenangkan. Pada malam tersebut, suasana alam terasa lebih damai dibandingkan malam biasanya. Bahkan sebagian orang merasakan ketenangan hati yang lebih dalam saat beribadah.
Ketenangan ini dipercaya terjadi karena banyak malaikat yang turun ke bumi membawa rahmat bagi orang-orang yang beribadah.
3. Langit Terlihat Cerah
Ciri lain dari malam Lailatul Qadar adalah kondisi langit yang tampak cerah dan bersih. Langit biasanya terlihat jernih tanpa awan tebal. Suasana malam pun terasa nyaman sehingga mendukung orang yang ingin beribadah.
4. Udara Tidak Terlalu Panas dan Tidak Terlalu Dingin
Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki suhu udara yang sejuk dan stabil. Udara pada malam tersebut tidak terasa panas maupun dingin. Kondisi ini membuat ibadah terasa lebih nyaman dan khusyuk.
5. Angin Berhembus Lembut
Sebagian ulama menjelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar angin berhembus dengan lembut. Hembusan angin yang menenangkan ini menambah suasana damai pada malam penuh keberkahan tersebut.
6. Suasana Alam Terasa Hening
Banyak orang juga merasakan suasana malam yang lebih hening dibandingkan malam biasanya. Suara-suara alam seperti hewan malam terkadang terdengar lebih sedikit sehingga suasana terasa lebih tenang.
7. Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut
Salah satu tanda yang sering disebut dalam hadis adalah kondisi matahari pada pagi hari setelah Lailatul Qadar. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa matahari terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak terlalu menyilaukan. Matahari terlihat lebih redup dan sinarnya tidak terasa menyengat seperti biasanya.
8. Langit Pagi Berwarna Kemerahan
Selain cahaya matahari yang lembut, sebagian riwayat juga menyebutkan bahwa langit pada pagi hari tampak kemerahan. Fenomena ini sering dianggap sebagai salah satu tanda setelah terjadinya malam Lailatul Qadar.
9. Hati Terasa Lebih Tenang Saat Beribadah
Selain tanda-tanda alam, ciri lainnya juga dapat dirasakan secara batin. Orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar sering merasakan ketenangan hati, kekhusyukan dalam ibadah, serta kedekatan dengan Allah SWT.
Cara Meraih Malam Lailatul Qadar
Karena waktu pastinya tidak diketahui, Rasulullah SAW mencontohkan untuk meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam-malam tersebut. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Memperbanyak Salat Malam
Salat tahajud menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar. Minimal dilakukan dua rakaat, tetapi bisa lebih banyak sesuai kemampuan.
2. Membaca Al-Qur’an
Mengisi malam dengan membaca Al-Qur’an merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena pada malam inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan.
3. Memperbanyak Doa dan Dzikir
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika mencari Lailatul Qadar adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni.”
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
4. Menghidupkan Malam dengan Ibadah
Rasulullah SAW juga mencontohkan untuk menghidupkan malam dengan berbagai ibadah seperti berdzikir, berdoa, dan memperbanyak amal kebaikan. Beliau bahkan membangunkan keluarganya agar ikut beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Demikianlah penjelasan lengkap terkait ciri-ciri malam Lailatul Qadar menurut Al Quran yang memberikan gambaran tentang keistimewaan malam tersebut.
Namun, waktu pastinya tetap dirahasiakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya menunggu tanda-tandanya, tetapi memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Kopitiam Lagi Naik Daun: Bukan Sekadar Ngopi, Ini Alasan Konsepnya Diserbu Anak Muda
-
Tak Hanya Baik Untuk Kesehatan, Gaya Hidup Vegetarian Juga Baik Untuk Bumi
-
5 Rekomendasi Lip Tint dan Blush On 2in1 untuk Hasil Makeup Flawless Alami dan Minimalis
-
Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
-
Hore! Sekarang Sudah Boleh Bawa Tumbler ke Bioskop Cinema XXI, Syaratnya Isinya Harus Ini
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Status Pernikahan Syekh Ahmad Al Misry Kini Ikut Disorot
-
Sandal Nike Ori Berapa Harganya? Ini 4 Rekomendasi Paling Nyaman dan Stylish
-
5 Merek Kulkas Jawara Layanan Servis Terbaik, Suku Cadangnya Melimpah Ruah
-
Kapan Idul Adha 2026? Ini Tanggal Resmi dan Prediksi Jadwal Liburnya
-
Perjalanan Kasus Syekh Ahmad Al Misry: Dulu Janji Tobat, Kini Tersangka Pelecehan Santri