- PT PPLI menyoroti peningkatan pemakaian air rumah tangga saat Ramadhan dan mendorong edukasi penghematan air.
- Penggunaan detergen busa berlebihan serta pemakaian air wudhu boros (2,9-5 liter) mengganggu lingkungan dan biota air.
- PPLI telah mendaur ulang 99 ribu meter kubik limbah air sejak 2021 untuk digunakan kembali dalam operasional industri.
Suara.com - Bulan Ramadhan yang identik dengan nilai kesederhanaan justru kerap diiringi peningkatan penggunaan air rumah tangga. Kondisi ini dinilai tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pemborosan biaya penggunaan air.
Fenomena tersebut menjadi perhatian PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) yang bergerak di bidang pengelolaan lingkungan dan daur ulang limbah. Perusahaan mendorong edukasi penghematan air sebagai bagian dari kesadaran lingkungan sekaligus efisiensi penggunaan sumber daya.
Laboratorium Manager PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) Muhamad Yusuf Firdaus menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan detergen dengan busa melimpah saat mencuci pakaian. Menurutnya, penggunaan detergen berlebihan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan konsumsi air.
"Untuk mencuci kadang ibu-ibu suka detergen yang busanya melimpah. Padahal busa ini jadi masalah, kalau menumpuk terus ujung-ujungnya sinar matahari tidak bisa masuk ke sungai. Oksigen tidak dapat masuk, biota air di sungai terganggu dan lama-lama dia mati lalu terjadi pendangkalan," ujar Yusuf dalam acara Ngobrol Peduli Lingkungan (Ngopling) di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Ia juga menyinggung kebiasaan penggunaan air saat berwudhu yang dinilai masih boros. Menurutnya, penggunaan air yang berlebihan saat bersuci dapat meningkatkan konsumsi air secara keseluruhan.
"Wudhu juga jadi persoalan. Kadang saat wudhu krannya dibuka maksimal. Padahal ini wudhu, bukan mandi,” ucapnya.
Karena itu, Yusuf berharap kesadaran menjaga kelestarian lingkungan, termasuk penghematan air, dapat disampaikan dalam berbagai forum umat seperti pengajian.
“Menjaga kualitas air bisa menjadi ladang pahala, karena air adalah sumber kehidupan," tambahnya.
Supervisor Environmental Database and Program PPLI Irfan Maulana mengungkapkan, rata-rata penggunaan air untuk satu kali wudhu dapat mencapai 2,9 hingga 5 liter per orang. Angka tersebut jauh di atas kebutuhan air wudhu sesuai sunnah.
Baca Juga: Lebih Bahaya dari Harga Pangan: Ancaman Krisis Air yang 'Disembunyikan' Selama Ramadan
“Rata-rata penggunaan air tiap wudhu per orang mencapai 2,9 hingga 5 liter. Padahal secara sunnah, wudhu hanya membutuhkan 0,5 hingga 0,7 liter air, atau setara dengan satu botol air minum kemasan,” ucapnya.
Ia menambahkan, prinsip efisiensi penggunaan air juga diterapkan dalam operasional industri yang dijalankan PPLI.
“Di industri, kami terus mengampanyekan efisiensi ini,” ujarnya.
Sejak 2025, PPLI yang tergabung dalam jaringan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) tercatat telah mengelola sekitar 225 ribu meter kubik limbah yang berasal dari para pelanggan. Pengolahan tersebut dilakukan melalui sejumlah metode, seperti pengolahan kimia dan fisika atau physical chemical treatment, evaporator untuk pemekatan air, serta teknik biologis menggunakan bakteri aktif.
Air hasil pengolahan tersebut kemudian dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan operasional perusahaan.
“Nah air hasil pengelolaan limbah itu, sebagian digunakan lagi untuk proses di PPLI. Misalnya untuk cuci kendaraan pengangkut atau pencucian kemasan. Kurang lebih selama 3 tahun ke belakang saja PPLI sudah bisa memanfaatkan sekitar 99 ribu meter kubik air yang seharusnya dibuang,” sebut Irfan.
Berita Terkait
-
Lebih Bahaya dari Harga Pangan: Ancaman Krisis Air yang 'Disembunyikan' Selama Ramadan
-
4 Rekomendasi Air Mineral 330 ml di Alfamart untuk Menjamu Tamu Lebaran
-
Kemnaker dan Pelita Air Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM Industri Penerbangan
-
Air Minum Jakarta Bakal Bisa 'Dipanen' Langsung dari Udara
-
Arti Elemen Air Hujan Milik Vidi Aldiano Menurut Fengshui
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Promo Minyak Goreng di Alfamart Diskon Gede-gedean, Cek Daftar Lengkap Merek Favorit
-
Kisah Baju Lebaran Cucu Nabi Muhammad Hasan dan Husein, Teladan Umat Muslim
-
Brongkos Yogyakarta, Hidangan Legendaris Keraton yang Bisa Jadi Inspirasi Menu Lebaran
-
5 Rekomendasi CC Cream Pengganti Foundation untuk Makeup Natural Saat Lebaran
-
Tak Cuma THR, Ini 4 Tunjangan ASN yang Cair Berdasarkan PP Nomor 9 Tahun 2026
-
27 Ramadan 2026 Tanggal Berapa? Wajib Catat, Diyakini Turunnya Lailatul Qadar
-
Cek Harga Tiket Bus Rosalia Indah Lebaran 2026, Lengkap dengan Cara Pesannya
-
Apa Kepanjangan Kata Ketupat? Kuliner Khas Lebaran yang Sarat Makna
-
Cek Harga Tiket Bus Sinar Jaya Lebaran 2026, Lengkap dengan Cara Pesan Online
-
5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id