Lifestyle / Komunitas
Minggu, 29 Maret 2026 | 11:00 WIB
Kapal Pertamina Pride tertahan di Selat Hormuz (Pertamina.com)

- Kapal harus berasal dari negara yang dianggap netral atau bersahabat
- Wajib mengikuti jalur pelayaran yang diawasi, terutama di wilayah utara sekitar Pulau Larak
- Harus berkoordinasi langsung dengan otoritas Iran sebelum melintas

Selain itu, parlemen Iran juga tengah mengkaji wacana penerapan "tarif tol" bagi kapal yang melintas sebagai sumber pendapatan negara.

Dampak Global dan Posisi Indonesia

Selat Hormuz adalah jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Ketika akses terganggu, dampaknya langsung terasa pada harga energi global dan stabilitas ekonomi.

Indonesia sendiri relatif aman dari sisi pasokan energi. Pemerintah telah mengantisipasi dengan mencari alternatif impor, termasuk dari Amerika Serikat.

Menurut pihak Pertamina, kontribusi minyak mentah dari Timur Tengah berkisar 19% dari total impor nasional, sehingga gangguan ini tidak langsung mengancam ketahanan energi dalam jangka pendek.

Perbandingan dengan Negara Lain

Beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand bahkan lebih dulu mendapatkan izin melintas. Sementara negara seperti China, Rusia, dan Pakistan termasuk dalam prioritas utama Iran sejak awal pelonggaran kebijakan. Hal ini menunjukkan bahwa faktor diplomasi dan hubungan bilateral memainkan peran penting dalam menentukan akses ke jalur strategis tersebut.

Kesimpulan: Kapal RI Boleh Melintas, Tapi Bersyarat

Baca Juga: Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Jadi, apakah kapal Indonesia boleh melewati Selat Hormuz? Jawabannya: boleh, namun dengan syarat tertentu.

Indonesia kini masuk dalam kategori "negara sahabat" yang diizinkan melintas oleh Iran. Namun setiap kapal tetap wajib mengikuti prosedur ketat dan memastikan koordinasi penuh dengan otoritas setempat.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Load More