-
PBB melakukan diplomasi telepon dengan Iran guna mengatasi hambatan pengiriman di Selat Hormuz.
-
Blokade de facto di Selat Hormuz memicu lonjakan harga BBM di pasar internasional.
-
IMO menegaskan deeskalasi lebih efektif dibandingkan pengiriman kapal perang untuk mengamankan jalur pelayaran.
Suara.com - Kondisi geopolitik perang di kawasan Timur Tengah semakin berada pada titik nadir yang sangat mengkhawatirkan masyarakat internasional.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bergerak cepat mengambil langkah diplomasi tingkat tinggi untuk meredam bara api konflik tersebut.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengungkapkan bahwa pimpinan tertinggi PBB itu telah melakukan komunikasi langsung dengan pihak Teheran.
"Sekretaris Jenderal telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran," kata Dujarric dalam sebuah konferensi pers.
Langkah ini diambil menyusul terganggunya jalur logistik vital yang melewati wilayah perairan strategis di ujung Teluk Persia tersebut.
Upaya Diplomasi Global di Tengah Krisis
Fokus utama pembicaraan adalah mencari jalan keluar atas hambatan pengiriman komoditas energi yang melintasi Selat Hormuz saat ini.
Selain menghubungi pihak Iran, Guterres juga membangun komunikasi intensif dengan berbagai aktor kunci di panggung politik global.
Dujarric menyebutkan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Dubes AS untuk PBB Mike Waltz guna membahas langkah strategis selanjutnya.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat
Tidak hanya dengan Amerika Serikat, pimpinan PBB ini juga merangkul kekuatan regional melalui pembicaraan dengan Menlu Mesir Badr Abdelatty.
Dukungan diplomatik juga dicari dari wilayah Asia Selatan melalui dialog telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar.
Dampak Serangan Militer Terhadap Warga Sipil
Rentetan konflik ini berakar dari eskalasi bersenjata yang pecah pada penghujung bulan Februari yang lalu di wilayah tersebut.
Tepat pada 28 Februari, kekuatan militer AS dan Israel melakukan operasi serangan udara yang menyasar titik-titik krusial di Iran.
Serangan yang menjangkau hingga wilayah Teheran tersebut dilaporkan mengakibatkan kerusakan infrastruktur parah serta memakan korban jiwa dari kalangan sipil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno