Lifestyle / Male
Kamis, 16 April 2026 | 15:03 WIB
Lagu 25 Karat dari ITB (YouTube/OSD HMT IT)

Suara.com - Kasus pelecehan seksual verbal yang dilakukan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) masih menjadi sorotan publik. Belum tuntas masalah tersebut, baru-baru ini ada hal serupa tidak kalah heboh viral di media sosial.

Laman media sosial kembali dikejutkan dengan tersebarnya cuplikan video Orkes Semi Dangdut (OSD) dari Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB), yang terindikasi adanya dugaan pelecehan seksual. Potongan video berisikan penampilan OSD HMT ITB yang memuat lirik-lirik lagu Erika dan 25 Karat.

Lirik lagu Erika dan 25 Karat mengandung unsur seksis objektivikasi pada perempuan, yang mana wanita sebagai objek saja, bukan sebagai manusia utuh.

Lirik tersebut dianggap sensitif terhadap norma saat ini, dalam video viral terlihat sekelompok mahasiswa menyanyikan lagu itu bersama-sama di atas panggung.

Padahal maknanya sangat merendahkan perempuan serta mempunyai nuansa seksual yang tidak sesuai, apalagi dinyanyikan dalam lingkungan akademik.

Lirik Lagu Erika yang Dibuat Tahun 1980-an

Berikut lirik lagu Erika yang disebut telah mencederai keanggunan lingkungan akademik serta mengandung unsur pelecehan.

Pengalaman tak terlupa, Waktu aku mahasiswa
kecantol di Surabaya, janda muda nama Erika
Erika buka celana, diam diam main gila
sambal bawa botol fanta, siapa mau boleh coba

ooohhhh... goyang Erika luar biasa.....
ooohhhh... lebar pinggulnya hamper sedepa.....
bila disenggolanya celana pasti terbuka
walau sudah janda sempitnya masih terasa

Baca Juga: Puan Maharani Meradang! Kecam Skandal Pelecehan Seksual di UI, IPB, dan ITB

pagi-pagi Erika mandi, lenggak-lenggok di pinggir kali
kagetku setengah mati, lihat barang kayak serabi

ooohhhh... goyang Erika luar biasa.....
ooohhhh... lebar pinggulnya hamper sedepa.....
bila disenggolanya celana pasti terbuka
walau sudah janda sempitnya masih terasa

ooohhhh... goyang Erika luar biasa.....
ooohhhh... lebar pinggulnya hamper sedepa.....
bila disenggolanya celana pasti terbuka
walau sudah janda sempitnya masih terasa

ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi anunya kegedean
ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi anunya kesempitan
ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi anunya kegedean
ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi anunya kesempitan

HMT ITB Menyampaikan Permohonan Maaf

Lagu Erika sendiri bukan karya masa kini, namun sudah menjadi tradisi internal HMT ITB sejak tahun 1980-an, bahkan sudah dinyanyikan lintas generasi.

Jadi selama puluhan tahun lagu tersebut sudah menjadi bagian dalam suatu kegiatan, belum pernah ada sorotan publik.

Namun, saat ini konten tersebut memang tidak pantas untuk ditampilkan. Banyak pihak menilai bahwa tradisi lama tidak bisa dijadikan pembenaran.

Akibat kegaduhan tersebut, HMT ITB akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi berupa permohonan maaf yang tertera dalam akun Instagram @/yudhabumi.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, HMT ITB menyatakan sikap tegas terhadap berbagai bentuk tindakan yang mengarah pada merendahkan martabat individu.

“HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun,” sambungnya.

Setelah Erika Muncul Lagu Anissa dan Lagu 25 Karat dari ITB yang Diduga Mengandung Unsur Pelecehan

Lagu Erika memang sudah di take down dari kanal resmi OSD HMT ITB, tapi muncul lagu Anissa dan lagu 25 Karat. Hal tersebut ramai diperbincangkan warganet hingga heboh di medsos X.

Salah satu akun mengunggah pernyataan yang berisi ketidakpuasan OSD HMT ITB dalam upaya take down lagu bernuansa pelecehan seksual.

Karena terindikasi masih ada lagu yang masih belum takedown sampai sekarang. Hanya lagu judul Erika saja yang sudah dihilangkan.

Lagu Erika sudah takedown di kanal resmi OSD HMT ITB. Mengapa masih ada lagu Anissa yang juga misoginis dan melecehkan perempuan dengan mengobjektifikasinya?” tulis akun X @itbfess_x dikutip pada Kamis (16/4/2026).

Akun tersebut mengungkapkan kekecewaan karena yang di take down hanya lagu viral saja, padahal Anissa juga cerminan nilai yang harus dijunjung.

Apakah permohonan maaf hanya ditujukan pada yang viral? Anissa mencerminkan nilai yang dijunjung, sehingga tidak perlu di take down dan tidak perlu minta maaf? Evaluasi internal secara komprehensif tidak dilakukan?” sambungnya.

Lirik Lagu Anissa dan Lagu 25 Karat yang Menghebohkan Belum di Take Down

Sama seperti lagu berjudul Erika, lirik lagu Anissa dan lagu 25 Karat juga mengarah pada dugaan pelecehan.

Berikut lirik lagu 25 Karat:

Takkan mungkin dapat kulupakan
Keindahan dikau perawan
Waktu kau lewat pulang kursus perivat
Betismu padat indah tinggi terangkat
Kulitmu halus mulus licin mengkilat
Menggoda bagaikan permen coklat...
Sungguh hebat
Jantungku berdebar semakin cepat
Terbakar hasrat yang semakin berat
Kukirimkan kata – kata rayuan
Lewat surat cinta rangkap delapan
Sebulan lewat diriku semakin berharap
Pipiku kini sudah penuh jerawat
Tapi ternyata apa yang aku dapat
Hanya senyum seorang sahabat...
Kata maaf
Yang kubutuhkan cinta bukannya nasehat
Yang kubutuhkan cinta 25 karat
Kualitas tanggung diriku kurang bermutu
Sulit berpadu cintaku itu kutahu
Tak tahu malu itu bukan jenisku
Nyatakan cinta padamu beban jiwaku...
Sembuh!
Tak akan ku tidur tengkurap
Karna cintaku tiada harap
Tak ingin aku sampai frustasi berat
Malam ini ku ingin tidur dengan lelap
Hanya rasaku bangun dengan lebih sehat
Ku buat secangkir kopi hangat
Sungguh nikmat
Terlupakan semua yang telah lewat
Oh my God ternyata hidup ini nikmat
Kualitas setanggung diriku kurang bermutu
Sulit berpadu cintaku itu ku tahu
Tak tahu malu itu bukan jenisku
Nyatakan cinta padamu beban jiwaku ...
Sembuh!

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Load More