6. African Tigerfish
Ikan selanjutnya dikenal juga dengan nama Hydrocynus spp. dan memiliki gigi yang sangat tajam. Sifatnya yang agresif jadi pemangsa utama di perairan lokal bisa mengurangi jumlah populasi ikan lokal secara drastis dalam waktu singkat.
7. Ikan Cere atau Gupi
Ikan ini memiliki tingkat perkembang biakan yang luar biasa cepat dan bisa menggeser ikan kecil lokal. Meski memang tidak seagresif ikan invasif lain, tapi keberadaannya tetap harus dikontrol dengan predator yang memangsanya sehingga jumlah ikan ini terkendali.
Langkah Pencegahan Disiplin demi Kebaikan Bersama
Keberadaan ikan invasif jelas adalah ancaman tersendiri untuk ekosistem lokal. Namun hal ini bisa dicegah sebelum terlambat, dengan beberapa langkah sederhana.
- Pertama, melakukan edukasi di masyarakat. Edukasi bisa dilakukan pada penghobi akuarium dan masyarakat luas untuk tidak melepasliarkan ikan invasif ke perairan umum.
- Kedua, karantina dan pemeriksaan. Pastikan ikan impor atau asing sudah melalui pemeriksaan karantina ketat sesuai dengan regulasi berlaku, UU No. 21 Tahun 2019.
- Ketiga, penjualan terbatas. Lakukan pengaturan dan pelarangan penjualan jenis ikan invasif tertentu di pasar hewan peliharaan.
Itu tadi sedikit penjelasan singkat tentang ikan yang merusak ekosistem selain sapu-sapi. Cukup banyak jenis berbeda harus selalu dicermati, dan langkah pencegahan sebelum terjadinya dominasi di perairan lokal harus dilakukan. Semoga bermanfaat!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Baca Juga: Operasi Serentak, Pemprov DKI Angkut 68 Ribu Ikan Sapu-Sapu dari Perairan Jakarta
Berita Terkait
-
4 Ciri-Ciri Siomay yang Pakai Ikan Sapu-Sapu, dari Aroma hingga Harga
-
Penguburan Sapu-sapu di Jakarta Dikritik MUI, Ini Kata Gubernur Pramono
-
Marak Isu Siomay Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Begini Langkah Tegas Pemprov DKI!
-
Viral Pemusnahan Ikan Sapu-sapu di Jakarta, Bolehkah Mengubur Hewan Hidup-hidup Menurut Islam?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan