News / Metropolitan
Jum'at, 17 April 2026 | 15:24 WIB
Pemprov DKI melakukan operasi besar-besaran menangkap ikan sapu-sapu di sejumlah sungai di daerah itu, Jumat (17/4/2026). (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta melaksanakan operasi serentak penangkapan ikan sapu-sapu di lima wilayah kota administratif pada 17 April 2026.
  • Petugas berhasil mengumpulkan total 68.880 ekor ikan sapu-sapu dengan berat keseluruhan mencapai 6,98 ton dari berbagai perairan.
  • Seluruh hasil tangkapan akan dikubur karena mengandung residu logam berbahaya yang tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah kota administratif pada Jumat (17/4/2026) pagi hingga siang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, memaparkan hasil operasi yang menjaring puluhan ribu ekor ikan sapu-sapu tersebut.

"Hasil tangkapan ikan yang diperoleh mencapai 6,98 ton," ujar Hasudungan dalam keterangan tertulis.

Wilayah Jakarta Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan total tangkapan mencapai 63.600 ekor ikan seberat 5,3 ton.

Titik penangkapan di wilayah selatan difokuskan pada Pintu Air Outlet Setu Babakan yang berada di kawasan Srengseng Sawah, Jagakarsa.

Sementara itu, di wilayah Jakarta Timur, petugas berhasil menjaring 4.128 ekor ikan sapu-sapu dengan bobot 825,5 kilogram dari sepuluh titik kecamatan.

Dari Jakarta Pusat, petugas gabungan di lapangan mengamankan 536 ekor ikan dari tujuh titik kecamatan dengan berat total mencapai 565 kilogram.

Di Jakarta Utara, sebanyak 545 ekor ikan dengan total berat 271 kilogram berhasil diangkat dari Saluran PHB RW 06, Kelapa Gading Barat.

Wilayah Jakarta Barat mencatatkan angka tangkapan paling sedikit, yakni 71 ekor ikan seberat 17 kilogram yang ditemukan di Kali Anak TSI, Duri Kosambi.

Baca Juga: Polisi Ciduk Pengedar Obat Tramadol Berkedok Jualan Ikan Cupang di Jakarta Pusat

Secara kumulatif, jumlah ikan sapu-sapu yang berhasil dikeluarkan dari perairan Jakarta dalam operasi singkat ini mencapai 68.880 ekor.

Seluruh hasil tangkapan, menurut penuturan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akan dikubur karena mengandung residu logam yang berbahaya untuk diolah kembali menjadi bahan pangan.

"Kami sudah menemukan rata-rata residu di atas 0,3, dan itu berbahaya," tegas Pramono.

Operasi pembersihan ikan sapu-sapu ke depan juga akan menjadi agenda rutin Pemprov DKI Jakarta untuk menekan penyebaran ikan yang merusak ekosistem endemik perairan lokal tersebut.

Load More