- Data kuartal pertama 2026 menunjukkan perempuan milenial dan Gen Z mendominasi tren solo travel secara global.
- Perempuan menjadi pengambil keputusan utama dalam merencanakan perjalanan keluarga serta mengatur detail logistik perjalanan tersebut.
- Kesadaran tinggi akan keamanan dan kenyamanan mendorong perempuan untuk memilih layanan ekstra secara proaktif saat bepergian.
Suara.com - Perjalanan perempuan hari ini bukan lagi sekadar berpindah tempat, tetapi menjadi simbol kebebasan, keberanian, dan eksplorasi diri. Semangat emansipasi yang dahulu diperjuangkan R.A. Kartini kini menjelma dalam bentuk baru, perempuan yang mandiri menentukan arah, termasuk dalam cara mereka menjelajahi dunia.
Dalam konteks modern, perjalanan bukan hanya tentang destinasi, melainkan tentang pengalaman, kendali, dan pilihan. Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa peran perempuan terus berkembang, termasuk dalam industri perjalanan global.
Perempuan tidak lagi hanya menjadi penumpang, tetapi juga pengambil keputusan utama. Dari merancang liburan keluarga hingga berani melakukan solo travel, mereka kini menjadi motor penggerak perubahan lanskap industri pariwisata.
Fenomena ini tercermin dari tren perjalanan yang menunjukkan dominasi perempuan, khususnya dari kalangan milenial dan Gen Z. Generasi ini tampil sebagai wajah baru solo traveler yang berani dan percaya diri.
Ini seolah memperlihatkan bagaimana perempuan di usia produktif semakin nyaman bepergian sendiri, baik untuk mencari ketenangan, petualangan, maupun pengembangan diri.
CEO AirAsia MOVE, Nadia Omer, menegaskan bahwa fenomena ini tidak terlepas dari semangat emansipasi yang terus hidup.
“Terinspirasi dari warisan R.A. Kartini, saya melihat bagaimana visi beliau tetap relevan dengan perjalanan perempuan modern hari ini. Emansipasi hadir secara nyata melalui langkah berani dan mandiri yang perempuan ambil, termasuk cara mereka mengeksplorasi dunia. AirAsia MOVE bangga dapat mendukung seluruh perempuan untuk terus memimpin dan membuka dunia baru,” ujarnya.
Berdasarkan data keseluruhan MOVE dari kuartal pertama 2026, sejumlah temuan penting semakin memperkuat peran perempuan dalam membentuk tren perjalanan global:
- Milenial dan Gen Z mendominasi solo travel perempuan
Mayoritas solo traveler perempuan berasal dari generasi milenial (46%), disusul Gen Z (30%). Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan diri perempuan untuk bepergian secara mandiri, baik untuk eksplorasi, relaksasi, maupun pengembangan diri.
Baca Juga: Kartini Masa Kini: Saat Para Perempuan Tangguh Bergerak melalui Tarian Nusantara
- Perempuan sebagai ‘arsitek’ perjalanan keluarga
Sebanyak 50% pemesanan perjalanan keluarga dan grup dilakukan oleh perempuan. Mereka berperan penting dalam menentukan berbagai aspek perjalanan, mulai dari jadwal penerbangan, pengelolaan anggaran, hingga pemilihan maskapai dan akomodasi.
- Proaktif dalam perlindungan dan kenyamanan perjalanan
Sekitar 63% perempuan menambahkan layanan ekstra seperti asuransi perjalanan, pemilihan kursi, bagasi, makanan, hingga opsi fleksibilitas pembatalan. Ini mencerminkan perencanaan yang matang sekaligus kesadaran tinggi terhadap kenyamanan dan risiko perjalanan.
- Preferensi destinasi yang beragam
Pilihan destinasi perempuan menunjukkan karakter yang dinamis: sekitar 35% memilih pantai seperti Bali dan Phuket untuk relaksasi, 26% menjadikan wisata kuliner sebagai tujuan utama, dan 12% memilih kota-kota urban untuk eksplorasi gaya hidup.
- Perencanaan perjalanan yang lebih terstruktur
Perempuan cenderung merencanakan perjalanan lebih awal, dengan pemesanan dilakukan minimal 14 hari sebelum keberangkatan. Pola ini menunjukkan pendekatan yang penuh pertimbangan dan terorganisir.
Perubahan ini membawa dampak besar bagi industri perjalanan global. Perempuan kini bukan hanya target pasar, tetapi juga penentu arah tren.
Mereka membentuk standar baru, lebih inklusif, lebih aman, dan lebih berorientasi pada pengalaman. Industri pun dituntut untuk beradaptasi, menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan perempuan modern.
Dari semangat emansipasi menuju eksplorasi tanpa batas, perempuan hari ini membuktikan bahwa dunia adalah ruang yang bisa mereka jelajahi dengan percaya diri.
Dalam setiap perjalanan, ada cerita tentang keberanian, kemandirian, dan kebebasan, nilai-nilai yang diwariskan Kartini, kini hidup dalam langkah perempuan yang menjelajah dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan