Lifestyle / Female
Minggu, 26 April 2026 | 07:22 WIB
Di Balik Paket dan Perjuangan: Cerita Kurir Perempuan Menaklukkan Tantangan Lapangan (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Putri, Nuraini, dan Tiara bekerja sebagai kurir di Lion Parcel untuk menunjukkan kemandirian dan eksistensi perempuan masa kini.
  • Para kurir perempuan ini tetap teguh bekerja meski sering menghadapi keraguan lingkungan serta berbagai tantangan di lapangan.
  • Dukungan perusahaan menciptakan lingkungan kerja inklusif yang memungkinkan perempuan berkembang dan menyeimbangkan tanggung jawab keluarga dengan karier.

Suara.com - Pagi baru saja merekah ketika Putri (24), seorang kurir perempuan mengayunkan langkah pertamanya hari itu. Di punggungnya, puluhan paket siap diantar ke berbagai sudut kota, dari jalan raya hingga gang sempit yang tak selalu ramah. Cuaca bisa berubah sewaktu-waktu, respons pelanggan pun beragam. 

Namun bagi Putri, setiap langkah adalah pilihan yang ia jalani dengan keyakinan. Perjalanan ini bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Jauh sebelum menjadi kurir penuh waktu di Lion Parcel, Putri sudah akrab dengan ritme pekerjaan ini. 

Ia kerap menemani sang ibu yang lebih dulu menjadi kurir selama bertahun-tahun. Ketika kondisi kesehatan ibunya menurun, Putri mengambil alih peran tersebut, bukan sekadar menggantikan, tetapi melanjutkan sebuah perjuangan.

“Dulu sering ikut dan bantu mama antar paket, sekarang lanjut sendiri,” ujarnya.

Kisah Putri adalah cerminan nyata semangat emansipasi yang dulu diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini, bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk melangkah, memilih, dan bertumbuh.

Di Balik Jalan yang Tak Selalu Mudah

Menjadi kurir perempuan bukan tanpa tantangan. Di lapangan, Putri kerap menghadapi berbagai respons: ada yang mengapresiasi, ada yang terkejut, bahkan ada yang meragukan.

“Kadang pelanggan kaget kok kurirnya perempuan. Padahal kita-kita perempuan juga bisa jadi kurir,” tuturnya.

Tak semua pengalaman berjalan mulus. Nuraini (29) juga pernah menghadapi situasi yang kurang nyaman saat bekerja. “Kadang ada yang genit, tapi saya tidak menanggapi. Saya fokus saja sama pekerjaan,” katanya tegas.

Baca Juga: Ratusan Perempuan Berkebaya Meriahkan Jalanan Bandung Bersama Repsol Lubricants

Sementara itu, Tiara (34) menghadapi tantangan dari lingkungannya sendiri. Keraguan datang justru dari keluarga di awal langkahnya.

“Awalnya keluarga sempat nyuruh cari kerja lain karena saya perempuan. Tapi saya tunjukkan kalau saya nyaman dan menikmati pekerjaan sebagai kurir. Akhirnya mereka sekarang mendukung,” paparnya.

Namun, di tengah berbagai rintangan, ketiganya menemukan satu hal yang sama: kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi. Mereka memilih untuk tidak berhenti pada keraguan orang lain, tetapi terus melangkah dengan tujuan yang jelas.

Makna di Setiap Paket yang Diantar

Di balik rutinitas yang padat, tersimpan momen-momen kecil yang memberi makna besar. Putri pernah menerima tip hingga ratusan ribu rupiah dari pelanggan, sebuah bentuk apresiasi yang sederhana, namun berkesan.

Bagi Tiara, kebahagiaan justru hadir dari interaksi sehari-hari. “Serunya banyak ketemu orang baru, baik pelanggan, kurir lain, maupun tim Lion Parcel. Bahkan kadang ada pelanggan yang nyariin kalau udah lama gak antar paket,” katanya.

Load More