- Harga BBM Pertamina per 1 Mei 2026 tidak mengalami perubahan baru dan tetap mengikuti penyesuaian sejak 18 April 2026.
- Pemerintah memutuskan menjaga stabilitas harga BBM subsidi yakni Pertalite dan Solar demi melindungi daya beli masyarakat luas.
- Kenaikan harga BBM non-subsidi dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Kenaikan harga BBM non-subsidi ini tentu berdampak pada sektor transportasi logistik dan industri yang menggunakan solar berkualitas tinggi (Dexlite dan Pertamina Dex).
Biaya operasional truk, bus, dan alat berat berpotensi meningkat, yang pada akhirnya bisa mendorong kenaikan harga barang kebutuhan pokok jika tidak diantisipasi.
Di sisi lain, stabilitas harga Pertalite dan Solar menjadi angin segar bagi masyarakat. Banyak pengendara motor dan mobil keluarga yang masih mengandalkan Pertalite merasa terbantu.
Namun, ada kekhawatiran efek domino: sebagian pemilik kendaraan yang biasa menggunakan Pertamax Turbo atau Dexlite mungkin beralih ke jenis yang lebih murah, sehingga beban subsidi Pertalite bisa membengkak dan memengaruhi APBN.
Saran untuk Konsumen
1. Gunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan: Mengisi BBM dengan RON lebih rendah dari rekomendasi pabrikan bisa mengganggu performa mesin dan boros bahan bakar jangka panjang.
2. Manfaatkan program MyPertamina: Daftar di aplikasi untuk mendapatkan informasi harga real-time dan promo yang kadang ditawarkan Pertamina.
3. Hemat konsumsi BBM: Lakukan perawatan rutin kendaraan, hindari muatan berlebih, dan pilih rute paling efisien.
4. Pantau perkembangan: Harga BBM non-subsidi dievaluasi secara berkala mengikuti harga minyak dunia. Kemungkinan penyesuaian masih terbuka di bulan-bulan mendatang.
Baca Juga: Harga BBM Pertamina Hari Ini 1 Mei 2026: Harga Pertamax Belum Berubah
Update harga BBM per 1 Mei 2026 menunjukkan komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga BBM subsidi di tengah gejolak global. Sementara BBM premium seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan signifikan sejak pertengahan April, Pertalite dan Solar tetap di level Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik
-
BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur
-
Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan
-
Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya
-
Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung
-
Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru
-
RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni
-
Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?
-
Terbukti Lakukan Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat