Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 01 Mei 2026 | 16:18 WIB
Daycare Little Aresha (Dok. RRI)
Baca 10 detik
  • Admin Little Aresha Yogyakarta gunakan pesan WhatsApp perhatian untuk memanipulasi orangtua.
  • Taktik agamis dan doa santun dipakai menutupi dugaan penyiksaan terhadap balita.
  • Orangtua merasa berutang budi karena fleksibilitas waktu yang ditawarkan pengelola.

Saat anak sakit, admin akan menunjukkan keprihatinan mendalam dan mendoakan kesembuhan.

"Bismillah semoga lekas sembuh sehat Bunda. Syafakillah Aamiin ya Rabbal Alamin," chat admin Little Aresha pada Shevinna Putti ketika sakit dan harus menitipkan anak di daycare di akhir pekan dengan biaya tambahan.

Saat anak liburan, admin juga akan turut berbagia dan berharap anak asuhnya terus berbahagia selama liburan keluarga.

"Selamat berlibur dik **, semoga sehat dan hepi selalu," tulis admin Little Aresha saat menghubungi Shevinna Putti.

4. Selalu Siap Membantu 

Admin Little Aresha selalu memosisikan diri sebagai penyelamat bagi orangtua yang sibuk. 

Mereka dengan senang hati menerima titipan anak di luar jam operasional atau di hari libur. dengan embel-embel doa tulus, meski tentu saja ada biaya tambahan yang harus ditransfer.

Sikap siap membantu ini membuat orangtua merasa berutang budi dan tidak menaruh curiga sedikit pun bahwa ada ruang penyiksaan di balik tembok daycare.

Kini, semua tutur manis itu terasa seperti mimpi buruk. Janji kurikulum three lingual (Inggris, Indonesia, Jawa) dan fasilitas penjemputan fleksibel tanpa denda ternyata hanyalah bumbu pemanis untuk menutupi praktik ilegal.

Baca Juga: Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Load More