- Kasus kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, memicu amarah publik.
- Kasus ini menjadi pengingat orangtua terkait keamanan pendidikan berbasis agama.
- Orangtua wajib memeriksa legalitas, rekam jejak, transparansi komunikasi, serta sistem perlindungan anak di setiap lembaga pendidikan pesantren.
Suara.com - Pemberitaan mengenai kasus kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah, kembali menghentak publik.
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus serupa di lingkungan pendidikan berbasis agama, yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar.
Kenyataan pahit ini menimbulkan dilema bagi orangtua. Di satu sisi ingin memberikan pendidikan agama terbaik, namun di sisi lain ada rasa was-was akan keselamatan buah hati.
Lantas, bagaimana cara memilih pondok pesantren yang benar-benar aman? Berikut adalah panduan komprehensif bagi orangtua.
1. Cek Legalitas dan Izin Operasional
Langkah pertama yang paling mendasar adalah memastikan pesantren tersebut terdaftar secara resmi di Kementerian Agama (Kemenag). Pesantren yang memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) berada di bawah pengawasan pemerintah.
Jika terjadi sesuatu, jalur koordinasi dan pertanggungjawabannya lebih jelas. Hindari lembaga yang menutup diri dari pemantauan otoritas pendidikan setempat.
2. Amati Pola Komunikasi dan Transparansi
Pesantren yang aman adalah pesantren yang terbuka. Waspadailah pesantren yang terlalu membatasi komunikasi antara santri dan orangtua secara ekstrem dalam jangka waktu yang sangat lama.
Baca Juga: Puan Desak Sanksi Tegas bagi Predator Seksual Anak: Negara Tidak Boleh Mentoleransi Sedikitpun
Pesantren yang sehat akan memberikan akses informasi yang jelas mengenai kegiatan santri dan memiliki sistem pelaporan jika anak mengalami kendala fisik maupun psikis.
3. Periksa Rekam Jejak dan Reputasi
Jangan hanya terpukau oleh kemegahan gedung atau populernya nama sang kiai. Lakukan riset mendalam.
Bertanyalah kepada wali santri yang anaknya masih belajar di sana atau kepada para alumni. Cari tahu bagaimana pesantren tersebut menangani konflik atau masalah disiplin di masa lalu.
Rekam jejak digital saat ini sangat membantu untuk melihat apakah ada isu miring yang pernah menerpa lembaga tersebut.
4. Adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) Perlindungan Anak
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Apakah Sunscreen Bisa Meredakan Jerawat? Simak Tips Memilih Produk yang Tepat
-
Seberapa Penting Asuransi Perjalanan di Era Serba Mobile? Ini Penjelasannya
-
Serum Apa yang Bisa Mengurangi Garis Halus? Ini 5 Rekomendasinya untuk Usia 50-an
-
Kulit Kombinasi Cocok Pakai Cushion Apa? Ini 5 Pilihan agar Makeup Rapi dan Tak Luntur
-
Kapan Pengumuman Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih? Ini Jadwal dan Tahapan Jika Lolos
-
Apa Itu Musinnah? Syarat Hewan Kurban yang Wajib Diketahui Umat Muslim
-
5 Rekomendasi Parfum Mykonos untuk Anak Sekolah, Segar Seharian Anti Bau Matahari
-
12 Promo Skincare Indomaret, Diskon Besar Harga Mulai Rp6 Ribuan
-
Apakah Marina SPF 30 Bisa Bikin Kulit Cerah? Segini Harganya di Indomaret dan Alfamart
-
Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang