- Gunung Dukono di Halmahera Utara mengalami erupsi besar yang memuntahkan kolom abu setinggi 10 kilometer pada 8 Mei 2026.
- Erupsi menyebabkan tiga pendaki meninggal dunia dan lima lainnya terluka saat berada di kawasan gunung aktif tersebut.
- Tim SAR gabungan dan BPBD segera melakukan proses evakuasi serta mendirikan posko tanggap darurat untuk penanganan bencana.
Suara.com - Gunung Dukono menjadi salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Berada di Halmahera Utara, Maluku Utara, gunung ini diketahui mengalami erupsi hampir tanpa henti sejak puluhan tahun lalu.
Lalu sebenarnya Gunung Dukono meletus berapa kali?
Gunung Dukono Meletus Berapa Kali?
Secara pasti, jumlah erupsi Gunung Dukono sulit dihitung satu per satu karena aktivitas vulkaniknya terjadi terus-menerus hampir setiap hari sejak tahun 1933.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Dukono termasuk gunung api dengan tipe erupsi persisten atau berkelanjutan.
Artinya, letusan kecil hingga sedang dapat terjadi berkali-kali dalam sehari dengan semburan abu vulkanik yang terus keluar dari kawah aktif.
Karena itu, Gunung Dukono diperkirakan telah mengalami ribuan kali erupsi sejak awal aktivitas modernnya dimulai pada 1933.
Riwayat Erupsi Gunung Dukono dari Masa ke Masa
Catatan sejarah menyebut aktivitas Gunung Dukono sebenarnya sudah terjadi sejak abad ke-16.
Baca Juga: Gunung Dukono di Mana? Baru Saja Erupsi dan Memakan Korban
Berikut riwayat penting erupsi Gunung Dukono berdasarkan tahunnya:
1550
Catatan lama menyebut Gunung Dukono pernah mengalami erupsi besar pada abad ke-16, meski dokumentasinya masih terbatas.
1719–1868
Beberapa kali dilaporkan terjadi letusan dan hujan abu di wilayah Halmahera Utara.
1933
Tahun ini menjadi awal fase erupsi modern Gunung Dukono. Sejak saat itu, aktivitas vulkaniknya hampir tidak pernah berhenti.
1960–1980-an
Erupsi berkala menyebabkan hujan abu dan lontaran material pijar di sekitar kawah. Aktivitas gunung juga mulai diawasi intensif oleh vulkanolog.
1990-an
Gunung Dukono terus aktif hampir setiap hari dengan letusan kecil hingga sedang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
8 Karier dan Pekerjaan Terbaik untuk Zodiak Gemini, Sesuai dengan Kepribadiannya
-
11 Kosmetik Populer Ditarik BPOM, Apa Saja Kandungan Bahayanya?
-
Liburan ke Bogor Makin Lengkap, Nonton Sunset di Kebun hingga Healing ke Curug
-
5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
-
Mengenal Barong Tagalog, Busana Khas Filipina yang Dipakai Prabowo di KTT ke-48 ASEAN
-
Liburan di Gili Trawangan Bakal Punya Vibes Baru, Resort Glamping Tepi Pantai Ini Buka Juli 2026
-
Biodata, Umur, dan Pekerjaan Mentereng Aksa Anak Soimah yang Baru Menikah
-
Di Tengah Gempuran Gadget, Pojok Baca Jadi Cara Sederhana Meningkatkan Literasi
-
Terpopuler: 11 Kosmetik Berbahaya Ditarik BPOM, Rekomendasi Moisturizer di Bawah Rp50 Ribu
-
Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP