- Gunung Dukono di Halmahera Utara mengalami erupsi besar yang memuntahkan kolom abu setinggi 10 kilometer pada 8 Mei 2026.
- Erupsi menyebabkan tiga pendaki meninggal dunia dan lima lainnya terluka saat berada di kawasan gunung aktif tersebut.
- Tim SAR gabungan dan BPBD segera melakukan proses evakuasi serta mendirikan posko tanggap darurat untuk penanganan bencana.
2000–2020
Erupsi abu vulkanik rutin terjadi dengan tinggi kolom abu mencapai ratusan meter hingga beberapa kilometer di atas puncak.
2023–2024
PVMBG mencatat peningkatan frekuensi erupsi dengan hujan abu tipis di sejumlah wilayah Halmahera Utara.
8 Mei 2026
Gunung Dukono mengalami salah satu erupsi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Kolom abu vulkanik dilaporkan mencapai sekitar 10 kilometer di atas puncak gunung.
Erupsi tersebut terjadi saat ada rombongan pendaki di kawasan gunung sehingga memicu operasi evakuasi oleh Basarnas, BPBD, dan tim SAR gabungan.
Korban dan Dampak Erupsi Gunung Dukono 2026
Berdasarkan laporan BNPB, sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka akibat erupsi Gunung Dukono Mei 2026.
Sementara itu, sejumlah laporan kepolisian dan tim SAR menyebut terdapat tiga korban meninggal dunia yang terdiri dari dua wisatawan asal Singapura dan satu pendaki asal Indonesia.
Selain korban jiwa, abu vulkanik dari Gunung Dukono juga menyebabkan gangguan aktivitas warga, menurunkan kualitas udara, serta memicu potensi gangguan penerbangan di sekitar Maluku Utara.
Kenapa Gunung Dukono Sangat Aktif?
Baca Juga: Gunung Dukono di Mana? Baru Saja Erupsi dan Memakan Korban
Aktivitas Gunung Dukono dipengaruhi letaknya yang berada di kawasan cincin api Pasifik atau Pacific Ring of Fire.
Pulau Halmahera merupakan daerah pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif yang membuat suplai magma ke Gunung Dukono terus terbentuk. Akibatnya, gunung ini hampir selalu mengalami erupsi kecil secara berkala.
Hingga kini status Gunung Dukono masih berada di Level II atau Waspada. PVMBG mengimbau masyarakat tidak mendekati area kawah aktif dan selalu menggunakan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Lipstik Viva Apakah Tahan Lama? Ini Varian, Harga, dan Ulasan Jujur Pengguna
-
3 Zodiak Paling Hobi Overthinking, Sering Kepikiran Hal Sepele
-
5 Pelembap Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review Jujur Pengguna
-
5 Warna Cat Kamar Terbaik Menurut Psikologi, Bikin Pikiran Lebih Tenang
-
Lomba Pidato Bung Karno 2026 Resmi Digelar, Total Hadiah Capai Rp16 Juta
-
Belajar Hidup Sehat dari Ery Makmur: Mengubah 'Kecemasan' Menjadi Aksi Nyata Bersama Keluarga
-
3 Bedak Padat Translucent yang Bikin Makeup Flawless, Lengkap Review Pengguna
-
Apakah Ada Parfum Bau Pandan? Ini 3 Rekomendasi Lokal Lengkap dengan Ulasan Pembeli
-
7 Cara Merawat AC Rumah agar Tetap Dingin dan Sejuk, Cegah Kerusakan Sejak Dini
-
Apakah Sepatu Onitsuka Tiger Terbuat dari Kulit Babi? Ini Penjelasan Lengkapnya