Lifestyle / Komunitas
Kamis, 14 Mei 2026 | 09:45 WIB
Ilustrasi bantuan sosial (Freepik/freepik)

Suara.com - Program bantuan sosial atau bansos menjadi salah satu bentuk bantuan pemerintah yang sangat dinantikan masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan dukungan ekonomi.

Namun di tengah meningkatnya penyaluran bansos secara digital, berbagai modus penipuan berkedok bantuan sosial online juga semakin marak terjadi. Banyak oknum memanfaatkan situasi ini untuk menipu masyarakat dengan iming-iming pencairan dana bantuan secara cepat.

Penipuan bansos biasanya dilakukan melalui pesan singkat, telepon, media sosial, hingga aplikasi percakapan yang mengatasnamakan instansi pemerintah. Dikutip dari situs simade.co.id, masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital karena pelaku sering menggunakan metode yang tampak meyakinkan agar korban memberikan data pribadi maupun sejumlah uang.

Tidak sedikit korban yang mengalami kerugian finansial akibat kurang teliti saat menerima informasi terkait bantuan sosial. Karena itu, penting bagi masyarakat memahami ciri-ciri penipuan bansos dan mengetahui langkah aman agar tidak mudah menjadi sasaran pelaku kejahatan digital.

Modus Penipuan Bansos yang Sering Terjadi
Pelaku penipuan biasanya terus mencari cara baru agar aksinya terlihat meyakinkan. Berikut beberapa modus yang paling sering digunakan.

Mengaku Sebagai Petugas Resmi
Pelaku sering berpura-pura menjadi petugas dari kementerian, dinas sosial, atau lembaga pemerintah lainnya. Mereka biasanya menghubungi korban melalui telepon atau pesan WhatsApp dengan alasan membantu proses pencairan bantuan.

Korban kemudian diminta memberikan data pribadi seperti NIK, nomor rekening, PIN ATM, hingga kode OTP.

Mengirim Link Palsu
Modus lain yang cukup marak adalah pengiriman tautan palsu yang menyerupai website resmi bansos.

Biasanya korban diminta mengklik link tertentu untuk melakukan verifikasi penerima bantuan. Setelah data dimasukkan, informasi pribadi korban bisa dicuri oleh pelaku.

Baca Juga: Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Penipuan Investasi Daring di Batam

Meminta Uang Administrasi
Sebagian pelaku juga meminta biaya administrasi dengan alasan agar dana bansos cepat cair.

Padahal seluruh proses pengajuan dan pencairan bantuan sosial resmi tidak dipungut biaya apa pun.

Menggunakan Media Sosial Palsu
Penipu sering membuat akun media sosial yang menyerupai akun resmi pemerintah. Mereka kemudian mengunggah informasi palsu mengenai pencairan bansos untuk menarik perhatian masyarakat.

Ciri-Ciri Penipuan Berkedok Bansos
Agar tidak menjadi korban, masyarakat perlu mengenali beberapa tanda umum penipuan bansos online.

Pesan Bersifat Mendesak
Pelaku biasanya memberikan tekanan agar korban segera bertindak, misalnya dengan ancaman bantuan hangus jika tidak segera mengisi data.

Meminta Data Rahasia
Instansi resmi tidak pernah meminta PIN ATM, password, maupun kode OTP kepada masyarakat.

Load More