Lifestyle / Komunitas
Rabu, 20 Mei 2026 | 10:12 WIB
ilustrasi kambing, Idul Adha (freepik)
Baca 10 detik
  • Layanan kurban online saat ini diminati masyarakat karena menawarkan kemudahan transaksi.
  • Menurut Baznas dan mayoritas ulama, kurban online dinyatakan sah karena menerapkan konsep wakalah atau perwakilan penyembelihan hewan.
  • Pekurban wajib memastikan lembaga penyalur memenuhi syarat syariat, mulai dari pemilihan hewan hingga distribusi daging tepat sasaran.

Suara.com - Mendekati hari raya Iduladha, layanan kurban online kian marak ditawarkan oleh berbagai lembaga amil zakat dan platform digital.

Kemudahan bertransaksi hanya lewat layar ponsel pintar membuat opsi ini sangat diminati oleh masyarakat urban yang sibuk.

Namun, di balik kepraktisan tersebut, muncul pertanyaan besar di benak umat Muslim: apakah ibadah kurban yang dilakukan secara online ini sah menurut syariat Islam?

Mengutip penjelasan Baznas, kurban online hukumnya sah, selama memenuhi rukun dan syarat kurban dalam syariat Islam.

Dalam hal ini, kurban online diperbolehkan karena menerapkan konsep taukil atau perwakilan (wakalah) dalam penyembelihan hewan ternak.

Perwakilan atau wakalah ini ada dalam hadits yang diriwayatkan Nabi Muhammad SAW yang pernah mewakilkan penyembelihan hewan kurban kepada seorang sahabat.

Mengutip Dompet Dhuafa, mayoritas ulama membolehkan kurban secara online atau diwakilkan. Hukum wakalah ini boleh dilakukan, seperti dalam surat Al-Kahfi ayat 19:

"...utuslah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini. Hendaklah dia melihat manakah makanan yang lebih baik, lalu membawa sebagian makanan itu untukmu. Hendaklah pula dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali memberitahukan keadaanmu kepada siapa pun." (QS. Al-Kahfi: 19).

Melalui sistem ini, Anda memberikan kuasa penuh kepada lembaga tepercaya untuk membelikan, menyembelih, hingga mendistribusikan daging kurban kepada yang berhak.

Baca Juga: Apakah Boleh Kurban Pakai Utang atau Cicilan? Begini Hukumnya dalam Islam

Ilustrasi hewan kurban (Freepik/wirestock)

Syarat Kurban Online

Ada beberapa syarat krusial dan prinsip transparansi yang wajib dipenuhi agar ibadah tahunan Anda ini tetap berjalan sesuai tuntunan agama.

1. Niat

Orang yang berkurban harus memiliki niat untuk beribadah kepada Allah.

2. Kurban Online Melalui Lembaga Tepercaya

Apabila ingin kurban secara online, Anda harus memilih lembaga yang tepercaya, amanah, transparan, dan memiliki pengelolaan yang jelas.

3. Hewan Memenuhi Syarat

Hewan kurban harus sehat, cukup umur, dan tidak cacat.

Tata Cara Kurban Online

1. Pilih platform dan lembaga yang tepercaya

Pastikan Anda memilih platform dan lembaga yang memiliki reputasi baik, mulai dari pembelian hingga penyaluran daging kurban.

2. Pilih hewan kurban

Setelah itu, pilih jenis hewan yang akan dikurbankan sesuai kemampuan. Pastikan hewan kurban sesuai dengan syariat Islam.

3. Pilih metode penyembelihan yang sesuai

Saat berkurban secara digital, umumnya ada dua opsi penyembelihan. Bisa disembelih langsung oleh pihak platform atau didelegasikan kepada lembaga mitra yang ditunjuk.

Pastikan seluruh prosesnya berjalan sesuai syariat Islam dan memiliki sertifikasi halal.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih platform yang bereputasi baik, berpengalaman, dan terbukti amanah dalam menjaga kepercayaan Anda.

4. Selesaikan proses pembayaran

Begitu Anda menentukan jenis hewan dan metode penyembelihannya, segera lakukan pelunasan sesuai instruksi yang tersedia di platform.

Pastikan proses transaksi dilakukan secara transparan, jelas, dan mengikuti prosedur resmi yang berlaku agar terhindar dari kekeliruan.

5. Distribusikan daging kurban tepat sasaran

Pascapenyembelihan, pihak platform akan langsung menyalurkan daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerima.

Pilihlah platform yang memiliki jaringan distribusi luas. Hal ini penting agar manfaat kurban tersebar merata ke berbagai daerah pelosok dan tidak menumpuk di satu wilayah saja.

Load More